TRIBUANANEWS.COM | Kota Langsa - Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengusut kasus dugaan "Ambulance Bodong" yang dirental PT. Cut Mutia Medical Nusantara (CMMN) Kebun Baru Kota Langsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasruddin akrab disapa Teungku (Tgk) Nas kepada media Tribuananews.com melalui pers rilisnya, Minggu (8/11) di Langsa.
Nasruddin mengatakan, adanya mobil ambulance diduga bodong dengan Nomor Polisi (Nopol) BK 1785 YX- jenis SUZUKI APV disinyalir tidak "jelas" kepemilikan serta asal usulnya.
"Ambulance itu sudah setahun (terhitung November 2019), telah digunakan oleh dokter Kepala Klinik Cot Girek Aceh Utara. Padahal sebelumnya ambulance itu pernah ditolak karena tidak memenuhi Standart Oprasional Prosudur (SOP)", kata Tgk Nas.
Selanjutnya, kata Direktur FPRM persoalan mobil Ambulance yang digunakan oleh Rumah Sakit ternama itu bukan saja diduga telah merugikan Negara dan merugikan pasien bila terjadi hal yang tidak di inginkan (red-kecelakaan).
"Apabila kasus Ambulance diduga bodong itu dilakukan pembiaran atau dianggap hal sepele, tentu akan menimbulkan image buruk dan berprasangka negatif, serta berimbas terhadap penerapan hukum", tegas Nasaruddin.
Dari hasil Investigasi rekan - rekan wartawan, beberapa waktu lalu, sambung Tgk Nas Ambulance diduga bodong itu awal diperoleh dari PT. Cut Meutia Medical Nusantara (CMMN). Kemudian PT CMMN dibawah kendali T.Barosa selaku Direktur, menyerahkan kepada Pj. Kepala Rumah Sakit Cut Meutia (RSCM) kebun Baru Langsa, dr. Rd.
"Kemudian dengan berbagai pertimbangan dan kebutuhan mendesak di Klinik Kebun Cot Girek, ambulance "Siluman" yang diduga tidak dilengkapi dokumen itu pun di operasionalkan di klinik Kebun Cot Girek Aceh Utara", sambungnya.
Informasi terakhir diperoleh pada Sabtu, (07/11/20), dari karyawan juga sebagai sumber wartawan disana. Bahwa mobil ambulance diduga bodong tersebut sampai saat ini masih berada dibawah kendali dr Afl, sebagai kepala Klinik kebun/Pabrik Kelapa Sawit Cot Girek.
Sementara, PT. CMMN yang merupakan, anak perusahaan dari PTP N- I Aceh, setiap bulannya mencairkan anggaran sebesar 8 juta rupiah untuk pembayaran biaya rental ambulan bodong tersebut.
Meskipun berbagai pihak terkesan, "bungkam dengan seribu bahasa" untuk mendapatkan keterangan dalam kasus ini. Sejumlah media, tetap terus berupaya menguak tabir, siapa sebenarnya pemilik mobil Suzuki APV BK 1785 YX yang saat ini dioperasikan di daerah terpencil yakni Klinik Cot Girek.
"Informasi terakhir diperoleh wartawan dilapangan, ada tiga oknum dokter yang diduga turut terlibat dalam kasus rental ambulance diduga bodong itu. Salah satu disebut-sebut sebagai dalang utamanya, oknum dokter bertugas di Puskesmas Kota Langsa.*
Editor : Syahrudin AP

