TRIBUANANEWS.COM | Banda Aceh - Aksi dilakukan Koalisi Barisan Muda Aceh (KBMA) Nusantara hingga ke Mafkas Besar (Mabes) Polri dan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta adalah tindakan sangat serius serta urgent harus ditindak lanjuti nilai Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin.
"Dugaan kasus Bsasiswa Pendidikan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2017 tersebut terkesan lamban dalam penanganannya, bahkan sampai saat ini brlum ada kejelasan terkait dugaan kerugian Negara oleh para oknum - oknum wakil rakyat tersebut", ujar Nasruddin, Sabtu (28/11).
Nasruddin meminta kepada KPK agar segera turunkan tim untuk mengusut dugaan penyimpangan Dana dialokasikan buat pendidikan tersebut sudah terkesan berlarut hingga hampir berakhir tahun 2020 dari tahun 2017 alokasinya.
"Sangat disayangkan dalam dugaan kasus ini, untuk kepentingan pribadi para Mahasiswa dikorbankan demi dugaan praktik pungli oleh para oknum - oknum elit yang menduduki kursi parlemen Aceh, 24 orang Oknum anggota DPR Aceh diduga menyalah gunakan wewenang jabatannya", ungkapnya melalui pers rilisnya kepada media Tribuananews.com.
Selain penyalah gunaan wewenang jabatan, dugaan kasus Beasiswa pendidikan tersebut diduga dengaj pasal pungli, karena pemotongan dana beasiswa pendidikan tersebut dipotong tanpa pertanggung jawaban secara administrasi yang jelas.
"Saya meminta agar dugaam kasus beasiswa penfidikan tersebut diusut tuntas demi tegaknya supremasi hukum di Provinsi Aceh, saya berharap kesampingkan kepentingan politik dan isme, tetapi hormati aturan hukum yang telah ditetapkan Negara", tegasnya.
Nasruddin mendukung penuh aksi dilakukan KBMA Nusantara untuk penegakan hukum diduga pelakunya tergolong oknum - oknum disinyalir kategori mafia anggaran Negara.
"Saya berharap pihak hukum agar tidak menganggap sepele dugaan kasus beasiswa pendidikan tahun 2017 tersebut, atau barang kali ada indikasi dugaan negosiasi tidak benar antara psra oknum penegak hukum dengan para oknum pelaku mafia anggaran tersebut", harapnya.
Kepada KBMA Nusantara diharapkan tetap optimis dan konsisten dalam memperjuangkan penegakan hukum yang sebenarnya di Aceh. Mari kita perjuangkan keadilan hukumbdari kepentingan elit politik.*
Laporan : Ediwan Kunaidi
Efitor : Syahrudin AP

