• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Aneh!! Tanah Tak Pernah Dijual, Namun Muncul Sertifikat Orang Lain di Lahan Yang Sama

    04/11/20, 18:03 WIB Last Updated 2020-11-04T13:54:59Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Jember - Peristiwa aneh terjadi pada sebidang tanah atas nama Alisara yang terletak di Jalan Tondanu Kelurahan Tegal Gede Kabupaten Jember, yang berujung sengketa. 


    Hal inipun terlihat tak wajar, karena dari pihak Alisara maupun ahli waris pemilik tanah tidak pernah merasa menjual tanahnya. Namun tiba-tiba muncul sertifikat atas nama orang lain.


    Menurut keterangan para ahli waris Ahmad (P. ul) dan P. Yon Romli, keduanya mengatakan kepada awak Tribuananews Rabu (4/11/2020) di lokasi lahan miliknya, bahwa mereka sekeluarga terkejut dengan munculnya sertifikat di tanah mereka namun bernama orang lain. 


    "Saya mempunyai dasar kuat dan asli kepemilikan tanah atas nama Alisara, yakni orang tua kami para ahli waris. Dan kami semua para ahli waris tidak pernah merasa menjual tanah milik kami kepada siapapun," ucap Ahmad. 


    Menurutnya, keanehan itu makin tampak saat ada pihak pegawai BPN datang ke lokasi tanah tersebut untuk mengukur. 


    "Kok aneh banget, tiba - tiba muncul sertifikat yang mengatasnamakan orang lain. Dan anehnya lagi, ada orang BPN datang mau ngukur tanah milik kami, padahal jelas di sertifikat orang tersebut nomer persil dan petoknya berbeda dengan nomer persil dan nomer petok kami," ungkapnya.


    Ia juga mengatakan, seharusnya pihak BPN teliti dan lebih seksama lagi dalam melihat isi sertifikat tersebut. Sebab, sertifikat yang di miliki orang lain itu berbeda dengan fakta yang ada di lokasi. 


    "Seharusnya orang BPN jangan mau mengukur lahan tanah yang ternyata jelas lahan kami, dan lahan yang tertera di sertifikat tidak sama nomer persilnya, berarti lahan yang ada di sertifikat tersebut lain obyek," tambahnya.


    Saya, sebagai para ahli waris dari pemilik tanah yang sah, akan terus mempertahankan lahan kami. Apapun yang terjadi, meskipun harus nyawa sebagai taruhannya," tegas Ahmad.*


    Laporan : Bagus

    Editor     : Hendra 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan