TRIBUANANEWS.COM | Lampung Barat - Hajah Asna Binti Kasim merupakan sosok seorang ibu yang luar biasa. Yang memberikan kami kekuatan untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan kesederhanaan.
Mak Aji, begitu biasa kami menyapa, merupakan orang pertama yang mengenalkan norma-norma sebagai fondasi awal agar buah hatinya tumbuh menjadi pribadi yang baik. Yang membentuk karakter kami menjadi seperti yang terlihat sekarang.
Mak Aji lahir di Pekon Canggu Skhala Brak, Lampung Barat, pada 84 tahun silam dari keluarga sederhana. Mak Aji sosok ibu yang sederhana, pekerja keras dan penuh kasih sayang kepada semua anak-anaknya.
Hidup sederhana, taat beribadah, menghargai orang lain dan rajin bersedekah. Bekerja keras dan senantiasa bersyukur terhadap apapun hasil yang diraih. Begitu yang selalu beliau pesankan kepada anak-anaknya.
Kami selalu ingat nasehatnya. Kalau ingin maju, lihat ke atas, orang itu sudah bisa meraih apa. Tapi, juga harus bersyukur dengan melihat ke bawah agar tidak pernah merasa kekurangan.
Mak Aji adalah malaikat tak bersayap yang kami miliki. Dengan kedua tangan kokohnya, beliau membesarkan 10 putra-putrinya. Diiringi doa, keringat dan tetesan air mata, agar kami dapat menjadi manusia manfaat bagi orang banyak.
Bekal yang Mak berikan, sejak kami lahir hingga kini membuat kami mampu berdiri kokoh, semoga menjadi amal ibadah Mak Aji.
Kami menjadi saksi kebaikan, ketulusan, dan kemuliaan Mak Aji Asna. Tidak hanya bagi kami putra putrinya atau keluarganya, tetapi juga kepada handai tolan dan semua yang Mak Aji kenal.
Selamat jalan Mak Aji.... Dengan penuh keyakinan kami, Mak Aji akan disayangi Allah dan ditempatkan di tempat yang mulia di sisi yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Selamat jalan Mak.... Doa kami selalu mengiring langkah kepergian Mak Aji menuju jannah Ilahi Robbi.
7 hari wafatnya Mak Aji Asna,
Kebuntebu, 22 November 2020.*
Laporan : Elman
Sumber : H. Mukhlis Basri

