TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Salah seorang warga penyandang disabilitas bernama Sudarko (44) warga Dusun Sidomuliyo Desa Purwodadi Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya butuh kepedulian pemerintah terutama instansi terkait guna pengobatan terhadap penyakit dideritanya.
Dalam beberapa bulan terakhir kondisi Sudarko semakin memprihatinkan, dimana sebelah badannya sudah tidak dapat digerakkan lagi. Sebelumnya warga kurang mampu tersebut masih bisa berjalan dengan dibantu tongkat.
Ali Efendi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPC - PPDI) Kabupaten Nagan Raya mengatakan, Sudarko warga Dusun Sidomuliyo Desa Purwodadi Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh penderita syaraf terjepit butuh uluran tangan semua pihak.
"Penderita syaraf Sudarko 6 tahun silam meminta bergabung dengan organisasi PPDI yakni awal Januari 2020, dimana dirinya sudah termasuk kategori penyandang Disabilitas. Alasannya bergabung karena rasa tertarik dan kagum terhadap anggota lainnya saling memberi semangat dengan kondisi satu sama lainnya", ujar Ali Efendi.
Sudarko salah seorang Pengurus Kecamatan (PK) Kuala Pesisir aktif serta sangat antusias dalam organisasi PPDI. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir dirinya sudah terbaring tidak berdaya, kondisi tubuhnya semakin tidak berdaya (lumpuh total).
"Akhir bulan September 2020 Sudarko mehubungi saya menceritakan kronologis penyakit' yang menggerogotinya.sudarko meminta bantuan pegurusan pegobatan.kata sudarko dia tidak ada tempat untuk megadukan nasibnya selain kepada saya selaku Ketuanya", jelas Ali Efendi.
Ali efendi langsung melaporkan kapada Khairullah S. Sos bagian Humas Protokol bidang Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Nagan Raya, Khairullah menyarankan agar melengkapi administrasi Sudarko untuk mengurus pengobatannya.
"Saya berharap kepedulian semua pihak terhadap pengobatan diderita Sudarko dapat teratasi hendaknya. Sudarko juga warga kurang mampu yang hidup hersama ibunya sudah lanjut usia (lansia) Tukimi (85) juga mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran", harapnya.
Sudarko diketahui sudah lama berpisah dengan istrinya, hanya ibunya yang mengurusnya dalam kondisi separah saat ini.*
Laporan : Sofyan
Editor : Syahrudin AP
Sumber : Humas PPDI Nara

