• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pasar Baru Milik Pemda Halsel Di Desa Towakona Tidak Layak Bagi Pedagang

    08/10/20, 14:28 WIB Last Updated 2020-10-08T07:29:20Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Halsel - Pedagang Barito, Ikan, Pakaian dan sembilan bahan pokok, yang dipindahkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel dari pasar darurat di Desa Tembal kini kembali berjualan di pinggir jalan Kota Labuha Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut).


    Para pedagang ini lebih memilih berjualan di pinggir jalan Kota Labuha dari pada berjualan di pasar baru milik Pemda Halsel yang sangat jauh dari Ibukota Labuha.


    Sesuai data yang dihimpun Media Tribuananews perwakilan Malut (08/10/2020), bahwa sejak pemekaran Kabupaten Halsel pada tahun 2003, Pasar Labuha yang terletak di Desa Amasing Kota sudah tiga kali dipindahkan oleh Pemda Halsel.


    Sebelum pemekaran Kabupaten Halsel, awalnya Pasar Labuha berada di Desa Amasing Kota. Setelah pemekaran, pejabat Bupati Halsel Arif Yasin Wahid memindahkan pasar di Desa Labuha untuk pengembangan pasar yang lebih besar.


    Bupati definitif Halsel yang pertama Muhamamad Kasuba, pada periode pertama melanjutkan mengembangkan Pasar Labuha, sehingga pasar yang terletak pada pusat Kota Labuha, yang tidak lain adalah Ibu Kota Kabupaten Halsel ini ramai oleh pedagang dan pengunjung.


    Namun, pada akhir periode ke dua Bupati Muhammad Kasuba kembali memindahkan Pasar Labuha ke pasar darurat di Desa Tembal , yakni lebih jauh dan berada di luar Kota Labuhan. 


    Tibanya giliran Bupati Halsel yang kedua Bahrain Kasuba, lalu memindahkan pasar darurat ke pasar baru yang terletak sangat jauh dari pusat Kota Labuha dan tidak ada pemukiman warga disana. 


    Berdasarkan pengamatan, pasar tersebut terletak di wilayah Desa Towakona yang berbatasan dengan Desa Panambuang dan tidak layak bagi pedagang yang berjualan di sana.


    Salah satu pedagang barito Wa Ita yang ditemui awak Tribuananews, yang saat itu berjualan di pinggir Jalan Kota Labuha, Kamis (08/10/2020) mengatakan, bahwa ia dan pedagang lainnya memilih keluar dari pasar baru dan memilih berjualan di pinggir jalan. 


    " Saya dan teman pedagang lainnya ini memilih keluar dari pasar baru Towakona, dan lebih baik berjualan disini, karena jualan kami kurang laku. Kami sangat rugi atas dagangan kami, pengunjung pasar kurang dan jauh dari luar Pusat Kota Labuha," keluh Wa Ita.*


    Laporan : Ade Manaf 

    Editor     : Hendra 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan