masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Kepedulian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sangat nyata di rasakan oleh sebagian anak setingkat Sekolah Dasar (SD) di tengah Pandemi Covid -19 yang melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).
Menjelang purna kuliah, mahasiswa ITS Surabaya melakukan tugas Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dengan mengusung sebuah program pendidikan dan kesehatan untuk peningkatan efektifitas belajar siswa SD melalui pembelajaran luring dan video pembelajaran.
Tim kelompok 02 KKNT ITS Surabaya tersebut terdiri dari 8 mahasiswa, Firdausy Nuzula 02311840000016, Surya Adikara Putra 03211840000035, Izza Rachma Jesika 02311840000019, Rizka Dwi Cahyati 03211840000033, Silvia Mutimmatus Syaadah 02511840000037, Okta Nirmala Putri 02511840000030, Namirah Shofi Alfianah 02511840000127, Vindi marditillah 02511840000038.
Tim tersebut menurut salah satu mahasiswi ITS Surabaya, Rizka Dwi Cahyati, terbagi menjadi dua titik, yaitu di SDN Sumberkedawung IV, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, dan di SDN Purwanoro VII Kota Malang.
"Pembagian dua tempat ini (Probolinggo dan Malang-red) dengan maksud mempermudah proses belajar mengajar yang kami suguhkan kepada peserta didik," kata Rizka kepada Tribuananews, Rabu (14/10/2020) siang.
Menurutnya, terdapat perbedaan program KKNT antara kedua tempat ini, perbedaan ini berdasarkan dengan kondisi sekolah dasar dan lingkungan sekitar. SDN Sumberkedawung IV Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, kami memberikan sosialasi protokol kesehatan dilakukan mulai tanggal 18 hingga 21 Agustus 2020, sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan besarnya potensi penyebaran virus covid dilingkungan sekitar.
"Sosialisasi ini adalah bentuk kongkrit sebagai langkah awal dalam membangun mindset masyarakat pedesaan yang mulai tidak peduli dengan dampak yang ditimbulkan oleh virus corona, materi yang kami sampaikan berasal dari pelatihan melalui seri webinar yang telah diselenggarakan oleh Kemdikbud dari tanggal 10 hingga tanggal 18 Agustus 2020," tuturnya.
Materi yang disampaikan kepada siswa meliputi hal, seperti, urgensi memakai masker, pentingnya menjaga jarak, gejala gejala yang patut diperhatikan saat terindikasi sakit, serta pentingnya mencuci tangan.
Tim KKNT juga membagikan masker kain secara gratis, metode ini dilakukan untuk menarik minat siswa untuk menerapkan protokol kesehatan di sekolah. Hal ini didasarkan dari hasil observasi kami bahwa tidak semua siswa mempunyai dan terbiasa mengunakan masker.
Seluruh pembelajaran ini juga diawasi langsung oleh guru serta kepala sekolah setempat. Untuk siswa yang tidak memakai masker kami anjurkan untuk pulang dan mengambil masker dirumah.
"Alhamdulillah, selama proses belajar, kami juga dibantu dan diawasi oleh guru, sehingga output yang diinginkan bisa tercapai, sedangkan pembuatan video pembelajaran dilakukan untuk mata pelajaran yang cenderung sulit bagi siswa, seperti matematika, bahasa Indonesia, dan IPA. Video ini juga dapat menjadi bekal untuk siswa yang akan menjalani ujian nasional. Video yang kami buat berdurasi sekitar 5 sampai 10 menit dan dapat diakses melalui platform youtube. Output dari video yang kami buat berupa tugas yang dikumpulkan setiap hari sabtu, terbukti dari metode yang kami lakukan bisa berdampak pada peningkatan nilai tugas siswa, siswa yang semula mendapat nilai 40-50 kini bisa meningkat menjadi 60-70," imbuhnya.
Pembuatan pohon literasi bertujuan untuk meningkatkan budaya baca pada siswa. Pohon ini berisi soal soal dan jawaban dari mata pelajaran Matematika, IPS, Biologi, dan PKN yang bisa dibaca setiap harinya. Kami juga membuat sebuah game yang memanfaatkan pohon literasi. Sehingga pembelajaran lebih dinamis dan tidak membosankan. Namun karena ada peningkatan kasus di sekitar wilayah Leces, pengajaran melalui pohon literasi hanya kami laksanakan secara daring.
Ditempat terpisah, yang melakukan pembelajaran di titik dua, yaitu SDN Purwanoro VII kota Malang, Vindi Marditillah, juga menuturkan perbedaan pembelajaran yang dilakukan, menurutnya, pembuatan materi pembelajaran dilakukan untuk mata pelajaran matematika bagi siswa kelas 5 dan 6 SD. Materi berupa power point dan dibuat dengan arahan Guru Pembimbing mengenai materi apa saja yang akan kami bawa. Power point tersebut nantinya di bagikan di grup whatsapp wali murid yang keesokan harinya akan dilakukan pembahasan bersama kami.
"Output dari materi ini yaitu kami membuat beberapa tugas atau latihan soal yang diharapkan agar siswa tersebut benar-benar telah memahami apa yang kami sampaikan," cetus Vindi.
Pembelajaran secara daring dilakukan mulai tanggal 3 September 2020, berlangsung selama satu bulan setiap hari kamis dan jumat. Di hari kamis, kami melakukan pembelajaran untuk siswa kelas 5 dan di hari jumat kami melakukan pembelajaran untuk siswa kelas 6. Aktifitas belajar mengajar dilakukan secara daring via video call whatsapp dengan dibagi menjadi beberapa kelompok dan melalu google meet. Materi yang diberikan adala mata pelajaran matematika kelas 5 dan kelas 6 SD.
Kesan Pesan Mahasiswa ITS Surabaya yang telah menjadi relawan demi anak bangsa disaat Pandemi Covid -19 adalah, puji syukur kehadirat Allah, karena berkat rahmatnya kelompok kami dapat melaksanakan program dengan sebaik baiknya. Selama satu bulan kami telah berdiskusi dengan banyak pihak demi terlaksananya KKNT luring kali ini. Banyak orang yang membantu dan banyak orang pula yang terlibat. Ilmu baru juga sangat banyak kami dapatkan terutama tentang kesehatan. Melalui seri Webinar yang panjang dengan pemateri yang luar biasa, kami bisa merangkum poin penting yang kemudian kami tularkan kebiasaaan baik kepada adik adik sekolah dasar. Satu bulan waktu yang sempit untuk bisa menghasilkan target output yang kami kejar. Namun berkat usaha dan kerja keras, setidaknya ini menjadi langkah awal untuk mulai kebiasaan baru disaat pandemi.*
Laporan : Taufiq



