TRIBUANANEWS.COM | Banda Aceh - Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin menyebutkan limbah PT Sawitan Makmur Nagan Raya (SMNR) milik Dr. Leni diduga cemari lingkungan, sehingga mengakibatkan matinya ikan dan meresahkan masyarakat Desa Ujong Lamie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya.
Informasi dan laporan masyarakat, pencemaran juga berdampak terhadap kenyamanan warga sekitar perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yang diketahui milik Dr Leny.
Hal ini menurut masyarakat sekitar pabrik sudah berlangsung lama, tetapi terkesan dibiarkan oleh pihak perusahaan tersebut.
Nasruddin mengatakan, dugaan pencemaran lingkungan serta menimbulkan rasa ketidaknyamanan masyarakat oleh pembuangan limbah PKS tersebut terindikasi pelanggaran terhadap Undang - Undang Perlindungan dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup (PPLH).
"Dugaan pelanggaran tersebut dapat mengancam dicabutnya izin operasional dan izin Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), sesuai yang tertuang dalam butir sanksi dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang PPLH", kata Nasruddin melalui pers rilisnya kepada media ini, Senin (26/10).
Nasruddin sangat menyesalkan adanya PKS yang diduga dengan sengaja mengalirkan limbah berbahaya tidak pada tempatnya, dimana dalam aturan Amdal telah diatur mekanisme pengelolaan limbah dari setiap industri yang membahayakan lingkungan.
"Kami mendapatkan laporan dari warga setempat bahwa PT SMNR tersebut lalai dalam pengelolaan limbah, hingga berakibat ikan dalam kolam warga mati disebabkan dugaan pencemaran, serta limbah yang mengalir melintasi pemukiman warga menimbulkan aroma sangat menyengat, membuat hak kenyamanan warga terkesan dirampas", paparnya.
Dalam hal ini, pinta Nasruddin kepada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Nagan Raya, untuk segera menurunkan tim untuk melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang diduga nakal terhadap regulasi tersebut.
Sementara, salah seorang warga Desa Ujong Lamie yang enggan namanya disebut membenarkan adanya dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah PT SMNR atau lebih dikenal PMKS milik Dr. Leni di sekitar pemukiman masyarakat tersebut.
"Bahkan pengguna Jalan Lintas Nasional Meulaboh - Tapaktuan juga komplain dengan aroma bau tidak sedap dan menyengat terhirup saat melintasi Jalan Raya milik Negara di radius kawasan PKS milik Dr. Leni tersebut", terangnya.
Sama halnya dengan Imran (42), supir yang selalu melintasi Jalan Raya Lintas Nasional Meulaboh - Tapaktuan asal Teunom itu juga membenarkan adanya dugaan pencemaran lingkungan kawasan radius lokasi kawasan PT SMNR, yang menimbulkan aroma tidak sedap dan sangat menyengat hidung.
"Saya menduga itu bau limbah dari PKS milik Dr. Leni karena kebawah itu lokasi perusahaan kelapa sawit milik Dr. Leni yang saya ketahui dari para warga dan pemilik warung singgah dipinggir jalan raya lintas Nasional Meulaboh - Tapaktuan. Bahkan setiap saya melintas mencium aroma tidak sedap tersebut, kata warga sekitar bau limbah PKS Dr. Leni", ungkap Imran.
M. Sahid Manager PT SMNR melalui WhatsApp Messenger kepada media Tribuananews.com berikan keterangan, saat ini kami sudah mengelola limbah dengan baik. Dan setiap saat kami kontrol dengan baik, info sesuai pernyataan tersebut setahu saya beberapa tahun lalu.
"Bahkan setiap bulan kami kirimkan sampel air limbah dan air sungai ke laboratorium Baristand di Banda Aceh dan Sucofindo di Medan dengan hasil sesuai baku mutu, masalah yang terkait berita dengan air sungai ke Ujung Lamie bahwa ada PKS lain yang sama - sama berada di jalur sungai tersebut. Kami berada jauh diatas Ujung Lamie dibanding PKS lain tersebut. Dan selama ini kami tidak mendengar dan ada penyampaian dari warga perihal tersebut", jelas M. Sahid.
Perihal bau limbah dari sopir taksi yang melintas di jalan raya Tapak tuan - Meulaboh, kira M Sahid sangat tidak tepat kalau dikatakan dari bau limbah PKS PT SMNR, karena lokasi PKS kami jauh dari jalan raya dan karena limbah kami kelola dengan baik.
"Sehingga kami dan warga yang tinggal bekerja di PKS kami tidak ada merasakan bau limbah tersebut. Sedangkan dilokasi berdekatan juga ada pks yg sangat dekat dengan jalan raya", pungkasnya.*
Editor : Syahrudin AP

