TRIBUANANEWS.COM | Lampung Timur - Sungguh sangat ironis nasib yang menimpa Herwan Toni (48), salah seorang warga Dusun V Pasar Baru Desa Labuhan Maringgai yang sejak tahun 2015 mengurus agar memperoleh Bansos PKH melalui Dinas Sosial setempat, namun hingga saat ini belum nendapatkannya.
Bahkan, menurut pengakuannya, Ia Sudah berulang kali menanyakan hal tersebut Ke Desa, Kecamatan dan Dinas terkait, namun seakan tidak mendapatkan respon dan tanggapan dari mereka, dan seakan menutup mata terhadap persoalan yang ia alami.
"Saya sudah berulang kali mempertanyakan persoalan PKH milik keluarga saya ke Desa, Kecamatan dan Dinas Instansi terkait, namun tetap tidak ada perubahannya. Seakan mereka menutup mata terhadap apa yang saya alami," jelas Herwan yang saat ini sedang mengalami sakit saat berbincang-bincang dengan awak media ini, Sabtu (10/10/20) di Labuhan Maringgai.
Ia juga menyampaikan, bahwa saat sekarang ini, dirinya masih memiliki seorang Balita yang berusia 4 tahun, seorang anak yang masih duduk di bangku SMP, dan seorang anak yang sedang kuliah sambil kerja.
"Saat sekarang ini saya masih memiliki seorang anak Balita usia 4 tahun, seorang anak kelas 3 SMP dan seorang anak yang sedang menjalani program pendidikan kuliah di Akper sambil bekerja Di perusahaan swasta untuk membiayai kuliahnya," kata Herwan.
Masih menurut Herwan, dirinya dan keluarga sudah mendapatkan BPNT, namun untuk PKH hingga saat ini belum mendapatkannya. Dan ia juga memohon bantuan kepada awak media untuk turut menyampaikan persoalan yang terjadi dalam kehidupannya tersebut.
"Namun, Pemkab setempat diduga tutup mata terhadap persoalan yang saya alami," tambahnya.
Melalui media ini Herwan memohon kepada Pemerintah, terkhusus Pemkab Lampung Timur (Lamtim) agar kiranya dapat membantu mencarikan solusi, supaya keluarnya mendapakan Bansos PKH.
"Sejak bulan Februari 2020 saya sakit dan tidak bisa beraktivitas sebagaimana biasa, dan kondisi ekonomi kami sekeluargapun mengenaskan. Alhamdulilah, tidak satupun bantuan yang saya terima, baik dari temen-temen, Kepala Desa, Pejabat Daerah, selain BPNT," ujarnya.
Melalui media ini saya mohon bantuan kepada Pemerintah terkhusus Pemkab Lamtim, semoga kiranya dapat mencarikan solusi untuk keluarga saya, agar mendapatkan PKH," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lampung Timur Darmuji ketika di konfirmasi awak media ini tentang hal tersebut melalui WhatsApp Mesengger miliknya belum ada tanggapan. Hingga berita ini di rilis ke Redaksi, belum memberikan jawabannya, Minggu (11/10/2020).*
Laporan : Elman
Sumber : Herwan Toni



