TRIBUANANEWS.COM | Rokan Hulu - Nasib puluhan Karyawan PT. Rohul Palmindo masih mengambang, akibat perselisihan antara oknum KSO (Kerjasama Operasional) dari PT. Rohul Palmindo Darussalam (RPD) dengan PT. Rohul Palmindo (RP) dibawah tanggung jawab Awaluddin Siregar.
Pabrik Minyak dan Kelapa Sawit (PMKS) yang berselisih ini berada di Dusun IV Kelampaian, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
Dari hasil temuan Tim Media ini, Jumat (23/10/2020), sesuai dengan MoU yang dikuatkan dengan Akta Notaris antara pihak Direktur Utama (Dirut) dengan Awaluddin Siregar sejak tanggal 15 Oktober 2020.
Padahal, seharusnya Awaluddin Siregar berhak atau mempunyai kewenangan penuh mengambil kendali untuk mengoperasikan PMKS Rohul Palmindo sejak Jum'at (16/10/2020) Minggu lalu.
Namun hingga saat ini, Awaluddin Siregar tidak dapat mengoperasikan PMKS Rohul Palmindo, karena ada sekelompok orang yang tidak berhak menduduki PMKS secara melawan hukum, dengan potensi kerugian yang nominalnya cukup besar.
Demikian halnya dengan karyawan, yang masih mengeluhkan terkait tidak bisa beroperasinya manajemen PMKS Rohul Palmindo tersebut hingga saat ini.
Saat di konfirmasi langsung ke lapangan, salah satu karyawan PMKS Rohul Palmindo yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, bahwa ia dan karyawan lainnya masih bimbang menyikapi permasalahan tersebut.
"Kamipun di sini masih bimbang ini bang, soalnya PKS Rohul Palmindo ini dari dulu selalu bermasalah. Sementara, pihak Owner PT. Rohul Palmindo udah turun pun masih aja manajemen PT. Andalas selaku teknis yang mengontrak PKS ini, yang kami tahu sampai detik ini belum ada kejelasan," ungkapnya sembari mengeluh dan geleng kepala.
Dari hasil investigasi Tim Media ini, ada oknum anggota DPRD, Eks DPRD Rohul dan Pemerintah setempat yang ikut andil memback up PT. Rohul Palmindo Darussalam (pengontrak). Padahal tindakan pihak yang mengontrak PT. Rohul Palmindo ini dapat dituntut secara hukum pidana maupun perdata.
Masih di lokasi yang sama, Tim Media ini berusaha mewawancarai karyawan yang tidak ingin disebutkan namanya, terkait PMKS Rohul Palmindo yang masih beroperasi di bawah naungan oknum berinisial JN, yang juga di Back Up oleh pejabat berkepentingan.
“Kami (karyawan-red), pernah melihat para pejabat itu waktu pas ada ribut-ribut disini bang, tapi kami enggak peduli terkait itu. karena kami kerja aja sering telat gajiannya bang. Mau siapapun pimpinan di perusahaan ini, kami tetap ikuti aturan kok, sesuai SOP di sini," jelasnya.
Dari pantauan media ini di lapangan, aktivitas pekerja masih seperti biasa, namun tidak ada yang beroperasi di lokasi tersebut.*
Laporan : Roin / Tim
Editor : Hendra

