• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Walikota Ambin : Benteng Victoria Adalah Icon Kot Ambon dan Cagar Budaya Nasiaonal

    25/09/20, 15:33 WIB Last Updated 2020-09-25T08:35:13Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini








    TRIBUANANEWS.COMAmbon -merintah Kota Ambon akan menjadikan Benteng Victoria sebagai salah satu tempat bersejarah, yang kemudian akan menjadikannya sebagai Icon Kota Ambon serta Cagar Budaya Nasional.


    Hal ini disampaikan oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy, S.H., saat ditemui awak Tribuananews.com diruang kerjanya, Selasa (22/09/2020).

    Di hadapan awak media ini Richard mengatakan, bahwa dalam perencanaan tata ruang Kota Ambon pada tahun 2012, Benteng Victoria ini sudah termasuk sebagai Cagar Budaya Kota Ambon, yang kemudian pada tahun 2015, oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ditetapkan juga sebagai Cagar Budaya Nasional. 

    Akan tapi, kata Richard Louhenapessy, bahwa secara fisik Benteng Victoria tersebut sementara ditempati oleh TNI, dalam hal ini Kodam XVI Pattimura sejak tahun 1950, terus menerus hingga saat ini. 

    "Namun, sejalan dengan perkembangan nilai-nilai budaya, nilai-nilai modern serta nilai kemanusiaan, Pemerintah Kota Ambon merasa bahwa, Benteng Victoria ini sangat ideal menjadi Heritage sebagai tempat bersejarah untuk tetap dipelihara, dan di lindungi, sebagai mana tertuang dalam undang-undang Nomor 5 Tahun 1992, tentang Cagar Budaya," terang Richard. 

    Artinya, Undang-undang ini juga memberikan katagori Gedung Tua atau bangunan yang berusia di atas 50 tahun bisa di masukan sebagai cagar budaya, yang keberadaannya harus di lindungi dan harus di lestarikan sebagai aset warisan," imbuhnya. 

    Dikatakannya, pada era Pangdam XVI Pangdam Doni Monardo, pihaknya pernah mengambil langkah-langkah inisiatif dan strategis, yang kemudian ada pertemuan pertama oleh pihak Kodam XVI Pattimura dengan Pemerintah Kota Ambon. 

    Dari hasil pertemuan tersebut, selanjutnya ada kesepakatan bersama, bahwa Benteng Victoria mau diserahkan dan nantinya bisa segera di kelola oleh Pemerintah Kota Ambon.

    "Tetapi pada kenyataannya, daerah itu masih di kuasai oleh TNI. Namun, pihak Kodam akan mencarikan solusi dan menawarkan lahan baru. Dan berdasarkan hasil survei, tempat yang baru berada di Wilayah Teluk Ambon, tepatnya di Daerah Tawiri," kata Walikota Richard Louhenapessy.

    Walikota Ambon Richard Louhenapessy juga menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Ambon akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukung terkait pelaksanaan pembangunan baru yang sudah di survei oleh pihak TNI, dikarenakan pihak Pemkot Ambon tidak sanggup untuk lakukan pembangunannya. 

    "Untuk itulah kita lobi ke pusat. Pertama, Benteng Victoria diserahkan kepada Pemerintah Kota Ambon, yang kedua anggaran pembangunan Mako Kodam XVI Pattimura di danai oleh Dana APBN," katanya. 

    Kita bersyukur, dari hasil pendekatan dengan pihak terkait seperti DPR RI, Kemenkeu, Bappenas, Kemenpar, Dirjen Kebudayaan dan komisi-komisi, terutama komisi III DPR RI serta Kepala Staf Presiden, kesemuanya itu turut memberikan sporting. Apalagi Kepala Staf Angkatan Darat sudah memberikan persetujuan, karena beliau menyerahkan izin dulu, baru kita mengambil langkah selanjutnya," katanya kembali. 

    Lebih lanjut ia menjelaskan, "dengan adanya persetujuan dari Pak KASAD, kemarin ada tim survey dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan datang ke Ambon dan Kodam, untuk mewawancarai kita. Selain itu juga, Minggu kemarin kita ketemu Kepala Staf Kepresidenan, dan beliau sudah memberikan dukungan serta akan membantu untuk memfasilitasi Rapat Koordinasi Kementerian dan Lembaga," ungkap Richard. 

    Menurutnya, dengan adanya 3 tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu dengan Pusat Artrologi, Menteri PU, dan Menteri Pertahanan, Keamanan untuk membuat perencanaan selanjutnya.

    "Kalau semua sudah oke, maka kami akan ketemu dengan Bappenas dan Kepala Staf Kepresidenan kembali, untuk menjelaskan semua kesiapan serta langkah-langkah kongkrit itu sudah dilakukan. Dan ke depan, kami akan melakukan pembentukan tim, baik Pemkot , Pemprov Maluku dan pihak-pihak terkait dalam pembebasan lahan tersebut," Pungkas Richard Louhenapessy.*

    Laporan : ATOM
    Editor     : Hendra
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan