• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Selamatkan Kebun BUMDes, Keuchik Tuwie Meulesong Antisipasi Serangan Gajah Liar Secara Unik dan Simple

    01/09/20, 12:11 WIB Last Updated 2020-09-01T05:11:19Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

     

    Sehingga nantinya hewan tersebut tidak akan berani lagi menyerang perkebunan kami dan akan menghindari lintasan tersebut karena merasa tidak nyaman”, ujar Afandi


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Konflik manusia dan gajah diseputar 5 Desa di Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh hingga saat ini tak ditemukan titik terang, mengingat 5 Desa tersebut diantaranya Desa Blang Lango, Desa Tuwie Meuleusong, Desa Kandeh, Desa Kila dan Desa Blang  Teungku merupakan jalur lintasan gajah Sumatera.


    Namun, tak ada masalah yang tak punya solusi, berkat kreatifnya seorang Keuchik (Kepala Desa), 10 hektar tanaman kelapa sawit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tuwie Meuleusong berhasil diselamatkan dari serangan hewan bertubuh besar itu.


    "Semua terobosan saya upayakan serta efesiensi penggunaan Dana Desa (DD) dengan baik, saya memasang kawat kontak kejut di sekeliling perkebunan kelapa sawit milik BUMDes", kata Keuchik Afandi.

    Perkebunan Kelapa Sawit milik BUMDes Tuwi Meuleusong Kecamatan Seunagan Timur


    Dikatakannya alat kontak tersebut tidak bersifat membunuh namun hanya sifat kontak kejut, dikarenakan gajah merupakan hewan memiliki daya ingat sangat baik, tentu kontak kejut itu dapat memberikan efek trauma pada gajah.


    “Sehingga nantinya hewan tersebut tidak akan berani lagi menyerang perkebunan kami dan akan menghindari lintasan tersebut karena merasa tidak nyaman”, ujarnya.


    Afandi menuturkan sebelum memasang alat kontak kejut ini,  pihaknya juga telah berkonsultasi dengan pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan alat tersebut sering dipakai untuk peternakan dan perkebunan besar untuk menjaga dari serangan hama dari luar.


    Bertahun-tahun telah dilewati mereka tanpa ada lagi terdengar adanya serangan hama gajah, tanaman kelapa sawit BUMDes Tuwie Meulesong terlihat tumbuh subur dan mulai membuahkan hasil.


    Bukannya terusik dengan hewan lindung itu, justru Afandi berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan pihak Desa setempat untuk membangun penangkaran gajah di kawasan hutan setempat, di mana Desa Tuwie Meuleusong sendiri siap menyediakan puluhan hektar lahan hutan khusus untuk penangkaran gajah.


    “Kita berharap pemerintah membangun semacam tempat penangkaran, supaya habitatnya tetap terjaga dan manusia bisa hidup berdampingan dengan gajah tanpa takut perkebunan masyarakat akan diserang gajah lagi,”ujarnya.


    Apabila tempat penangkaran gajah dapat terealisasikan dia berharap nantinya memiliki pengaruh dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat, mengingat hingga kini lima desa setempat termasuk kawasan terpencil yang luput dari pembangunan.*



    Laporan     : Sofyan 

    Editor          : Syahrudin AP

    Sumber      : Humas Protokol Nara

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan