masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Wakil Ketua Komisi A DPRD Propinsi Jawa Timur, H. Muzammil Syafi'i dalam resesnya yang ke 2 tahun 2020 bersama Insan Pers dan Pengurus DPC Partai Nasdem Kota Probolinggo.
Giat reses tersebut bertempat di Hotel Sinar Harapan, Jalan Bengawan Solo, Kedopok Kota Probolinggo, Rabu (16/09/2020). Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua DPC Partai Nasdem Kota Probolinggo, H. Zulfikar Imawan, Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Sibro Malisi S.S, Anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Ilyas Aditiawan.
Diskusi Panel tersebut yang melibatkan Insan Pers dengan topik 'Peran Media Dalam Pencegahan Narkoba'. Dalam sambutannya dan sekaligus sebagai nara sumber, H. Muzammil mengatakan pentingnya peran aktif media untuk turut serta mencegah mewabahnya narkoba terutama di Jawa Timur.
"Kasus narkoba saat ini jumlahnya mencapai 348 ribu untuk wilayah di Jatim, bahkan penggunaan narkoba tidak hanya digunakan oleh kalangan dewasa namun juga sudah merambah ke kalangan anak-anak yang masih berstatus pelajar," kata Muzammil dalam paparannya.
Menurutnya, kondisi saat ini sangat memprihatinkan terhadap generasi bangsa, lebih-lebih setingkat Sekolah Dasar (SD) sudah mengenal yang namanya extasi dan istilah 'ngellem' (menghirup lem fox untuk bisa fly, red) bukan rahasia lagi bagi anak usia dini.
"Realita seperti ini adalah potret nyata putra bangsa, makanya sangat perlu untuk segera mengambil langkah preventif dengan cara inten sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," tegasnya.
Bahkan Muzammil juga menyebutkan dari beberapa Lembaga Permasyarakatan di wilayah Jawa Timur 70 persen napi yang ada terlibat kasus narkoba sedangkan 30 persen penghuni lapas lainnya beragam kasus pidana umum maupun pidana khusus.
"Ketika saya tanyakan alasannya beragam, ada yang mengatakan untuk obat kuat/dopping agar kuat beraktifitas, juga tak sedikit tergiur dengan rupiah ketika mengedarkan barang haram tersebut," terang Legislator Partai Nasdem tersebut.
Ketika ditanya faktor dominan mewabahnya narkoba di wilayah Jawa Timur, Muzammil mengatakan bahwa faktor Pandemi Covid -19 merupakan pemicu, dikarenakan dampak PHK dan sulitnya mencari uang ditengah situasi pandemi ini, sehingga banyak orang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang.*
Laporan : Taufiq


