TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Program Embung Desa Kandeh salah satu Desa terpencil Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya digalakkan sebagai perioritas Program Inovasi Desa (PID) dalam rangka menunjang kebutuhan perekonomian masyarakat multi fungsi butuh anggaran khusus mewujudkannya.
Embung sudah dibangun sebelumnya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) dan Swadaya masyarakat tahun 2017, 2018 dan 2019, total anggaran sudah digunakan Rp. 200.000.000,00,- tetapi masih butuh suntikan Dana agar diselesaikan menjadi sarana Multi Fungsi bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Keuchik Desa Kandeh Sofyan YS mengatakan, kondisi Embung tersebut saat ini bisa dikatakan terbangun baru dasarnya saja, masih sangat banyak anggaran dibutuhkan untuk menyelesaikannya sesuai program diharapkan.
"Kami Pemerintah Desa (Pemdes) Kandeh berupaya menjadikan Embung tersebut sebagai sarana Multi Fungsi untuk peningkatan ekonomi jangka panjang serta PAD secara berkelanjutan (Sustanable). Maka dari itu butuh suport dana yangasih sangat besar mencapai 3,5 milyar lagi", kata Keuchik Sofyan.
Keuchik Sofyan merincikan fungsi Embung setelah selesai nantinya, sebagai sarana pengairan pertanian masyarakat, budidaya ikan air tawar, sarana air Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum, obyek wisata pancing dan lainnya.
"Kami Pemdes berharap program inovasi ini dapat berjalan secara permanen untuk masyarakat dan Desa kami kedepannya. Embung ini akan kami design sedemikian rupa untuk menghasilkan semaksimal mungkin", harap Keuchik Sofyan.
Melalui rilisnya, Aktivis LSM IMLJ Sitti Afry Mahyeni, ST menyampaikan, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian terkait diharapkan menindak lanjuti program inovasi dirancang Desa Kandeh untuk tujuan pemberdayaan Ekonominya.
"Program inovasi Embung Multi Fungsi Desa Kandeh tersebut akan merubah Desa tersebut dari status Desa tertinggal menjadi Desa Mandiri. Kita ketahui bersama Desa Kandeh masih berada pada status Desa tertinggal dan ter - Isolir", jelasnya.
Mahyeni sangat setuju dan optimis jika kebutuhan anggaran tambahan dari Kementrian atau Aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) guna menyelesaikan pembangunan bung Desa Kandeh hingga tuntas.
"Jika dialokasikan dari DD yang ada, Embung tersebut tidak memadai anggarannya. Ini berdasarkan hasil informasi dan kunjungan kami ke lokasi Embung tersebut", imbuh Mahyeni.
Masyarakat Desa Kandeh sangat berharap program Embung Multi Fungsi tersebut terselaikan lebih cepat untuk kebutuhan masyarakat banyak. Kami berharap pemerintah membantu anggaran tambahan sesuai kebutuhan penyelesaian Embung tersebut sesuai perencanaan.*
Laporan : Sofyan
Editor : Syahrudin AP


