TRIBUANANEWS.COM | Binjai - Berawal dari pemesanan 5 sak semen di Panglong Supri di jalan Samanhudi Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, Selasa ( 22/9/2020 ) pagi.
Oknum Polisi berpangkat Aiptu berinisial ' PS ' memesan 5 sak semen kepada Suarman sebagai pekerja pembukuan di Panglong Supri dan 5 sak semen tersebut di janjikan Suarman diantar kerumah sebelum jam makan siang atau sekitar pukul 13.00 wib di sekitar jalan Gunung Jaya Wijaya Kelurahan Binjai Estate.
5 sak semen yang akan diantar dan dibayar sesudah semen sampai di tempat sesuai dengan yang di sepakati, tetapi sesudah sampai di lokasi yang di tujuh sang pemesan ( oknum polisi berpangkat Aiptu berinisial ' PS ' tidak berada di lokasi pengantaran sesuai yang di sepakati sehingga Panjol pekerja yang mengantar 5 sak semen kembali lagi ke Panglong dan diantar lagi kedua kali tetapi tidak ada juga dan kembali lagi.
Sampai ketiga kali Panjol mengantar 5 sak semen baru ketemu dengan oknum Polisi berinisial ' PS ', tetapi sampai di lokasi, Panjol dihadiahi kata - kata yang kasa. Tidak hanya itu saja becak yang untuk membawa semen ditahan dan diduga tidak memiliki surat - surat kepemilikan kendaraan.
Karena ditahannya becak pembawa semen, Supri pemilik panglong akhirnya datang untuk menemui ' PS ' dan memberikan penjelasan, Supri malah mendapat makian dengan kata - Kata tak i - Be
wal dari pemesanan 5 sak semen di Panglong Supri di jalan Samanhudi Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, Selasa ( 22/9/2020 ) pagi.
Oknum Polisi berpangkat Aiptu berinisial ' PS ' memesan 5 sak semen kepada Suarman sebagai pekerja pembukuan di Panglong Supri dan 5 sak semen tersebut di janjikan Suarman diantar kerumah sebelum jam makan siang atau sekitar pukul 13.00 wib di sekitar jalan Gunung Jaya Wijaya Kelurahan Binjai Estate.
5 sak semen yang akan diantar dan dibayar sesudah semen sampai di tempat sesuai dengan yang di sepakati, tetapi sesudah sampai di lokasi yang di tujuh sang pemesan ( oknum polisi berpangkat Aiptu berinisial ' PS ' tidak berada di lokasi pengantaran sesuai yang di sepakati sehingga Panjol pekerja yang mengantar 5 sak semen kembali lagi ke Panglong dan diantar lagi kedua kali tetapi tidak ada juga dan kembali lagi.
Sampai ketiga kali Panjol mengantar 5 sak semen baru ketemu dengan oknum Polisi berinisial ' PS ', tetapi sampai di lokasi, Panjol dihadiahi kata - kata yang kasa. Tidak hanya itu saja becak yang untuk membawa semen ditahan dan diduga tidak memiliki surat - surat kepemilikan kendaraan.
Karena ditahannya becak pembawa semen, Supri pemilik panglong akhirnya datang untuk menemui ' PS ' dan memberikan penjelasan, Supri malah mendapat makian dengan kata - Kata tak pantas dari ' PS' yang saat itu banyak warga yang melihat dan mendar makian tersebut.
Supri saat di konfirmasi awak media di rumahnya sangat menyayangkan sikap oknum Polisi yang berlaku arogan terhadapnya.Oleh sebab itu Supri merasa tidak terima atas makian yang di lontarkan oknum Polisi ' PS '.
Tidak hanya makian yang di dapat tetapi oknum Polisi " PS " mengancam akan melakukan merusak panglong milik Supri.
Supri pemilik pangglong berjanji akan melakukan pelaporan ke pihak Polisi terkait makian dan ancaman yang di ucapkan Oknum Polisi kepihak yang Prompam Polres Binjai, Cetus nya pada awak media | Binjai - Berawal dari pemesanan 5 sak semen di Panglong Supri di jalan Samanhudi Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, Selasa ( 22/9/2020 ) pagi.
Oknum Polisi berpangkat Aiptu berinisial ' PS ' memesan 5 sak semen kepada Suarman sebagai pekerja pembukuan di Panglong Supri dan 5 sak semen tersebut di janjikan Suarman diantar kerumah sebelum jam makan siang atau sekitar pukul 13.00 wib di sekitar jalan Gunung Jaya Wijaya Kelurahan Binjai Estate.
5 sak semen yang akan diantar dan dibayar sesudah semen sampai di tempat sesuai dengan yang di sepakati, tetapi sesudah sampai di lokasi yang di tujuh sang pemesan ( oknum polisi berpangkat Aiptu berinisial ' PS ' tidak berada di lokasi pengantaran sesuai yang di sepakati sehingga Panjol pekerja yang mengantar 5 sak semen kembali lagi ke Panglong dan diantar lagi kedua kali tetapi tidak ada juga dan kembali lagi.
Sampai ketiga kali Panjol mengantar 5 sak semen baru ketemu dengan oknum Polisi berinisial ' PS ', tetapi sampai di lokasi, Panjol dihadiahi kata - kata yang kasa. Tidak hanya itu saja becak yang untuk membawa semen ditahan dan diduga tidak memiliki surat - surat kepemilikan kendaraan.
Karena ditahannya becak pembawa semen, Supri pemilik panglong akhirnya datang untuk menemui ' PS ' dan memberikan penjelasan, Supri malah mendapat makian dengan kata - Kata tak pantas dari ' PS' yang saat itu banyak warga yang melihat dan mendar makian tersebut.
Supri saat di konfirmasi awak media di rumahnya sangat menyayangkan sikap oknum Polisi yang berlaku arogan terhadapnya.Oleh sebab itu Supri merasa tidak terima atas makian yang di lontarkan oknum Polisi ' PS '.
Tidak hanya makian yang di dapat tetapi oknum Polisi " PS " mengancam akan melakukan merusak panglong milik Supri.
Supri pemilik pangglong berjanji akan melakukan pelaporan ke pihak Polisi terkait makian dan ancaman yang di ucapkan Oknum Polisi kepihak yang Prompam Polres Binjai, Cetus nya pada awak media.
Laporan : Raiyan

