TRIBUANANEWS.COM | Madina - Luqyana Syasya Putri, anak dari pasangan Dedi Irawan Nasution (Nst) dan Milsah Hayati yang menderita penyakit langka sejak balita membuat berbagai kalangan merasa prihatin.
Tersentuh akan hal itu, tepatnya Minggu (13/09/2020), dua organisasi, yakni Himpunan Mahasiswa Lingga Bayu (HML) dan Karang Taruna Lingga Bayu bersama-sama lakukan aksi sosial, dengan cara penggalangan dana di sekitar Jembatan Kelurahan Simpang Gambir.
Selain Jembatan Simpang Gambir, dua kelompok organisasi ini juga menyasar ke Los Pasar dengan membawa foto anak yang menderita penyakit langka tersebut dan kotak kardus, untuk meminta bantuan kepada para pengguna jalan yang melintas dan kepada pedagang yang ada di Los Pasar Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Sakti Mandraguna Lubis, S.P., selaku Ketua Karang Taruna Kecamatan Lingga Bayu, menyampaikan kepada awak media terkait tujuan aksi yang mereka lakukan di jalanan.
"Dimana aksi penggalangan dana yang kami buat ini atas dasar kepedulian kami terhadap adek Luqyana Syasya Putri, yang sudah lama menderita penyakit langka tersebut," papar Sakti.
Lanjut Sakti, "sejak masih balita, tubuhnya sudah menderita penyakit kulit yang memprihatinkan. Luqyana Syasya Putri ini anak dari pasangan Dedi Irawan Nst dan Milsah Hayati. Keluarga kecil ini berasal dari Desa lancat Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Madina, dan merantau ke Kota Medan sejak tahun 2017. Ayahnya bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan tembaga di kota Medan dengan gaji pas-pasan," tambah Sakti.
Menurut pemaparan Sakti, ditengah keterbatasan, orang tuanya terus berjuang, berikhtiar mencari obat yang dapat menyembuhkan penyakit sang anak sebagai buah hatinya.
Berbagai metode pengobatan sudah dilalui, baik melalui pengobatan medis yang sudah berkeliling Rumah Sakit, mulai dari RSUD Adam Malik, Mitra Medika, dan yang lainnya. Begitu juga dengan pengobatan melalui dukun atau orang pintar, namun belum juga membuahkan hasil apa apa.
Kini, usia Luqyana Syasya sudah genap 4 tahun, namun penyakit kulit itu terus menggerogoti tubuhnya yang mungil. Jari kakinya sudah hampir habis satu persatu, begitu juga jari tangannya yang tidak lagi berkuku.
Selain itu, giginya juga rontok satu persatu. Jika penyakitnya kambuh badannya membengkak, berair dan terasa gatal.
Luqyana syasya, gadis kecil ini juga tentu punya keinginan, impian, cita-cita dan mengabiskan masa kecil dengan bermain layaknya anak-anak seusianya.
Tapi, penyakit itu membuatnya tidak banyak harapan, orangtuanya yang tak berpunya juga hampir putus asa dalam berusaha memperjuangkan sang anak.
Sakti juga berharap, semoga Allah memberi kesempatan kepada Luqyana syasya tumbuh normal sebagai mana anak pada umumnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk berdonasi membantu meringankan beban keluarganya, yang selama ini sudah cukup berusaha dalam menjemput kesembuhan untuk anaknya.
Begitu juga sama halnya dengan Viky Saputra, yakni Ketua Himpunan Mahasiswa Lingga Bayu, ia juga berharap kepada masyarakat agar berkenan dapat membantu meringankan beban penderitaan Luqyana Syasya dan keluarga.
"Semoga, atas bantuan yang kami galang dapat membantu adek Luqyana dalam perobatannya, dan diberikan kesembuhan secepatnya oleh Allah SWT," ucap Viky.*
Laporan : Sudirmin Nasution
Editor : Hendra



