masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Dalam rangka meningkatkan kwalitas Sumber Dana Manusia (SDM) terutama pemahaman tentang radikalisme sesuai bidang garapan Penyuluh Agama Islam Non PNS, maka diadakan secara rutin dalam bentuk kajian bersama.
Berdasarkan pantauan Tribuananews.com dilokasi, yang terletak di Kantor MWC NU Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Nampak hadir dalam acara tersebut, Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar, Mukhtar, Ketua FKPAI, Ustad Mahin beserta Sekretaris FKPAI, Ustad Saiful Bahri, Koordinator Bidang Garapan Radikal dan Aliran Sempalan, Ustad Anwar Sanusi serta 24 penyuluh yang mewakili per kecamatan se Kabupaten Probolinggo.
"Seorang penyuluh harus mampu memberikan sebuah warna di tengah-tengah masyarakatnya," kata Mukhtar ketika membuka acara kajian, Kamis (10/09/2020) siang.
Menurutnya, tatkala ada suatu masalah di kecamatan masing-masing, maka solusi terbaik adalah musyawarah jalan paling mulia dari pada dengan memakai cara yang frontal dalam menghadapi masalah.
"Penyuluh agama yang cerdas dan bijak, ketika menemukan aliran yang berbau radikal, maka yang di kedepankan adalah tindakan persuasif dan education tanpa menggunakan tindakan anarkis yang frontal," ungkapnya.
Sebagai penyaji materi di bidang radikalisme, Ustad Onto Jayamo menekankan agar dalam kiprahnya di masyarakat, harus mampu memilah dan memilih antara radikal dan tegas dalam menerapkan syari'at Islam.
"Radikal itu suatu paham yang menentang keutuhan pemerintah yang sah, sedangkan tegas itu adalah mengaplikasikan qulil haqqo walau kaana murron (katakan yang benar walau pahit, red)," jelas Onto Jayamo dengan mimik wajah yang menggebu-gebu.
Di seasion terakhir, koordinator bidang garapan radikalisme dan aliran sempalan, Ustad Anwar Sanusi menyimpulkan bahwa pada hakikatnya tak satupun agama yang ada didunia ini mengajarkan radikal/keras, namun fakta yang ada adalah oknum/manusianya yang mengatasnamakan agama untuk berlaku radikal.*
Laporan : Taufiq



