Kondisi tempat tidur sebagian pengungsi Rohingya di komplek BLK Kecamatan Blang Mangat
TRIBUANANEWS.COM | Kota Lhoksnawe - Ketua Divisi (Kadiv) Advokasi Forum Peduli Rakyat Miskin ( FPRM ) Faisal meminta Pemerintah Aceh serius menangani pengungsi Rohingya yang ditempatkan di Gedung BLK Gapong Kandang, Kecamatan Blang Mangat.
Dari pantauan lembaganya terkesan Pemko Lhukseumawe tidak serius dalam penanganan pengungsi, hal ini bisa dilihat dimana semenjak Rohingya datang belum adanya dapur umum dari Dinas Sosial (Dinsos).
"Bahkan sangat ironis dilokasi penampungan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) yang sangat kotor , bahkan sampah berserakan dimana mana ini semakin memperburuk situasi kesehatan bagi pengungsi, bahkan hari ini pengungsi banyak mengalami gangguan pernafasan", kata Faisal melalui pers rilisnya kepada media ini, Kamis (10/9).
Kese atan lingkungan tidak memenuhi standar minimumDi tambah lagi, saat ini masih ada sebahagian pengungsi masih tidur dibawah tenda dengan beralas terpal, ini semakin memperburuk kondisi kesehatan.
Selain itu Faisal meminta dinas terkait agar saling mendukung untuk misi kemanusiaan, jangan menunggu perintah dari pimpinan baru melakukan sesuatu.
"Jadi kita berharap pemerintah daerah tidak ragu memberikan pelayanan kemanusiaan untuk pengungsi Internasional, karena payung hukum telah di terbitkan oleh Bapak Presiden Jokowi melalui Perpres 125 Tahun 2016", jelas Faisal.
Sanitasinya sangat tidak tepat sesuai Sphere StandarMemang harus kita akui bahwa dalam situasi Covid 19 seperti saat ini banyak hal harus di pertimbangkan, namun tidak menghilangkan rasa kepedulian kita sesama manusia, untuk menyelamatkan mereka yang sudah sampai di Aceh.
Bahkan yang tak kalah penting pengelolaan bantuan dari pihak donatur yang di kelola oleh Satgas dinilai tidak transparan, berapa banyak batuan diterima dan berapa batuan disalurkan.
"Hal ini bentuk tanggung jawab Satgas selaku tim pelaksana di lapangan kepada publik, bahwa apa yang di serahkan donatur sampai kepada pengungsi selaku penerima " ujarnya.*
Editor : Syahrudin AP



