• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kadiv Advokasi FPRM : Pemerintah Aceh diminta Serius Tangani Pengungsi Rohingya

    10/09/20, 23:54 WIB Last Updated 2020-09-10T16:54:00Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

     

    Kondisi tempat tidur sebagian pengungsi Rohingya di komplek BLK Kecamatan Blang Mangat


    TRIBUANANEWS.COM | Kota Lhoksnawe - Ketua Divisi (Kadiv) Advokasi Forum Peduli Rakyat Miskin ( FPRM ) Faisal   meminta Pemerintah Aceh  serius menangani pengungsi Rohingya yang ditempatkan di Gedung BLK Gapong Kandang, Kecamatan Blang Mangat.


    Dari pantauan lembaganya terkesan Pemko Lhukseumawe tidak serius dalam penanganan pengungsi, hal ini bisa dilihat  dimana semenjak Rohingya datang belum adanya dapur umum dari Dinas Sosial (Dinsos).


    "Bahkan sangat ironis  dilokasi penampungan  fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) yang sangat kotor , bahkan sampah  berserakan dimana mana  ini semakin  memperburuk situasi kesehatan bagi pengungsi,  bahkan hari ini  pengungsi banyak mengalami gangguan pernafasan", kata Faisal melalui pers rilisnya kepada media ini, Kamis (10/9).

    Kese atan lingkungan tidak memenuhi standar minimum


    Di tambah lagi, saat ini masih ada sebahagian pengungsi masih tidur dibawah tenda dengan beralas terpal,   ini  semakin memperburuk  kondisi kesehatan.


    Selain itu Faisal meminta dinas terkait agar saling mendukung untuk misi kemanusiaan, jangan menunggu perintah dari pimpinan baru melakukan sesuatu.


    "Jadi kita berharap pemerintah daerah tidak ragu memberikan pelayanan kemanusiaan untuk pengungsi Internasional, karena payung hukum telah di terbitkan oleh Bapak Presiden Jokowi melalui Perpres 125 Tahun 2016", jelas Faisal. 

    Sanitasinya sangat tidak tepat sesuai Sphere Standar


    Memang harus kita akui bahwa dalam situasi Covid 19 seperti saat ini banyak hal harus di pertimbangkan, namun tidak menghilangkan rasa kepedulian kita sesama manusia, untuk menyelamatkan mereka yang sudah sampai di Aceh. 


    Bahkan yang  tak kalah penting pengelolaan bantuan dari pihak donatur  yang di kelola  oleh Satgas dinilai tidak transparan, berapa banyak batuan diterima dan berapa batuan disalurkan.


    "Hal ini bentuk tanggung jawab Satgas selaku tim pelaksana di lapangan kepada publik, bahwa apa yang di serahkan donatur sampai kepada pengungsi selaku penerima " ujarnya.*


    Editor        : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan