TRIBUANANEWS.COM | Langkat - Dua orang remaja berinisial RI (15 thn) pelajar SMP, warga Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat ini tewas tenggelam bersama seorang temannya yang juga satu Kecamatan namun berbeda Desa dengan RI, yakni berinisial ST (15) saat mandi di Pemandian Alam Salang Pangeran, Kabupaten Langkat, pada hari Kamis (03/09/2020).
Informasi yang berhasil dihimpun dari salah seorang warga yang tak mau namanya di sebut, korban beserta empat orang temannya datang mengendarai sepeda motor ke Pemandian Alam Landak River yang berada di Desa Sampe Raya sekitar pukul 09.00 Wib.
Namun, sekitar dua setengah jam kemudian, korban serta rekannya bergeser ke arah hilir, tepatnya di Pemandian Alam Salang Pangeran, yang terdapat di Desa Timbang Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, yakni sungai yang satu aliran dengan Pemandian Alam Landak River.
"Setibanya di lokasi Pemandian Alam Landak River, yakni sekira pukul 13.00 Wib, ke enam remaja itu beristirahat sejenak sambil menikmati keindahan alam wisata Landak River ini," kata seorang warga setempat yang enggan di sebut namanya.
Menurut keterangan warga yang enggan disebut namanya tadi, RI (korban-red) mengajak teman - temanya mandi ke sungai menikmati kejernihan aliran air yang masih alami itu, hingga terjadilah tenggelamnya kedua korban tersebut.
"RI (korban-red) lah sepertinya yang tadi mengajak temannya untuk mandi," katanya.
Hal senada juga diutarakan Kepala Desa (Kades) Timbang Lawang Malik Nasution, ia mengatakan, bahwa korban beserta teman-temannya tidak menyadari adanya sebuah lubuk yang cukup lumayan dalam di aliran sungai tersebut.
"Korban serta rekan - rekannya tidak menyadari itu, bahwa lubuk Bengis memang terlihat tenang, namun memiliki kedalaman air sekitar 5 - 6 meter," sebut Malik Nasution.
Samsul Hairi dan Salman, yakni warga setempat yang berada di lokasi kejadian saat itu mengatakan, bahwa mereka terkejut begitu mendengar jeritan minta tolong, yang datangnya dari tempat pemandian tersebut.
Dengan spontan keduanya langsung bergegas memberi pertolongan kepada korban dan teman lainnya, namun hanya empat remaja saja yang mampu mereka tolong, yakni YP, NI, MR dan CA, dan keempatnya berhasil selamat.
"Sementara RI dan ST tidak terselamatkan, akibat tenggelam terbawa arus sungai," ungkap Kades Timbang Lawang.
Kapolsek Bahorok Iptu Pamilu H. Hutagaol, S.H., yang di dampingi Kanit Reskrim Ipda Hermawan, S.H., saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tenggelamnya pelajar tersebut, yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.
"Korban langsung kita evakuasi ke Puskesmas Bahorok untuk keperluan visum. Berdasarkan keterangan saksi serta hasil pemeriksaan medis, korban meninggal akibat tenggelam, dan pihak keluarga korban juga telah tiba di Puskesmas," beber Kapolsek Bahorok.*
Laporan : Dian
Editor : Hendra


