TRIBUANANEWS.COM | Seram Bagian Barat - Keinginan besar Pemerintah Seram Bagian Barat untuk menambahkan biaya tidak terduga (BTT) terkait dengan penanganan percepatan Covid 19 termasuk Bansos, BLT dan lain lain.
Hal ini di sampaikan Ketua Fraksi Amanat Keadilan DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Abdul Rauf Latulumamina, S.Sos.
Kepada Tribuananews di kantor DPRD Seram Bagian Barat, Latulumamina, mengatakan bahwa dirinya bersama kawan kawan anggota di DPRD Seram Bagian Barat, dalam pembahasan APBD Perubahan 2020, dimana keinginan besar pemerintah untuk menambah 9,8 milyar dana terkait dengan penanganan percepatan Covid 19 yang di dalamnya ada Bansos dan BLT.
"Sebetulnya DPRD sudah bersama sama pemerintah untuk menetapkan BTT dari dana APBD murni sebesar Rp. 5 milyar, untuk hal di maksud, kemudian ada langkah langkah kebijakan untuk menambah lagi Rp, 46 milyar sehingga menjadi Rp, 51 milyar terkait dengan biaya tidak terduga," kata Latulumamina, Sabtu (26/9/2020).
Kemudian dari dana di maksud, lanjut Latulumamina, dalam realisasi anggaran baru 55 % dari dana tersebut, itu berarti masih ada dana sisa Rp. 19, Milyar lebih. Selain itu, daerah juga mendapatkan intensif dari pemerintah pusat sebesar Rp, 27 Milyar dan dana Rp. Milyar tersebut sudah masuk dalam kas daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, sehingga kata Latulumamina tidak perlu ada penambahan Rp. 9,8 milyar .
Selain itu, Ia juga mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran.
"Karana sekarang kita mengalami penurunan pendapatan daerah dari berbagai aspek akibat dari mewabahnya pandemi Covid 19 ini, dan berharap kepada pemerintah daerah untuk menggunakan dana yang ada itu," jelasnya.
Karena, lanjut dia, ketika penambahan Rp, 9,8 milyar untuk dana tersebut, dirinya sendiri dan Fraksi Amanat Keadilan DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, sudah barang tentu tidak berkeinginan untuk itu.
"Sebetulnya pemerintah daerah berpikir sungguh tentang kondisi hari ini dimana rakyat kita di daerah ini mengalami kehidupan sehari-hari yang tidak seperti biasanya akibat dari mewabahnya pandemi Covid 19," pungkasnya.*
Laporan : Ajid

