• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Direktur FPRM Prihatin Nasib Nelayan Penyelamat Etnis Rohingya

    18/09/20, 20:14 WIB Last Updated 2020-09-18T13:31:50Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

     

    Doc. Foto Direktur Eksekutif FPRM Nasruddin

    TRIBUANANEWS.COM | Lhouksmawe - Direktur Eksekutif Forum Peduli Rakyat Miskin ( FPRM) Nasruddin sangat prihatin nasib nelayan Aceh yang menyelamatkan 99 etnis Rohingya di laut kini tersandung masalah dengan koperasi sebagai pemilik boat.


    Tindakan kemanusiaan dilakukan para Nelayan Aceh terhadap etnis Rohingya tersebut apakah melanggar hukum? Adakah regulasi yang melarang perbuatan kemanusiaan tersebut.


    Nasruddin mengatakan, dari keterangan yang disampaikan oleh Tekong Boat Faisal kepada pihak FPRM, bahwa dirinya saat ini mengalami kerugian hampir 50 juta untuk memperbaiki boat. Karena, pasca boatnya diamankan oleh penegak hukum sejumlah alat mesin boat hilang 


    "Belum lagi utang sewa boat sama koperasi selama 3 bulan sebesar 30 juta, semua ini harus saya tanggulangi sendiri, padahal apa yang saya lakukan waktu itu semata mata untuk kemanusiaan, demi menyelamatkan Etnis Rohingya yang terapung apung di laut sekitar 4 mil dari pesisir Pantai lancok, Kecamatan Seunudon Aceh Utara," ungkap Nasruddin melalui press releasenya, Jum'at (18/9/2020). 


    Menyikapi hal tersebut, Ketua FPRM Nasruddin meminta kepada pemerintah, LSM maupun lembaga donatur lainnya untuk dapat meringankan beban para nelayan yang telah menyelamatkan Etnis Rohingya di Aceh.


    "Kalau ini dibiarkan, saya khawatir ke depan tidak ada lagi nelayan yang berani membantu orang yang membutuhkan bantuan di laut karena dianggap salah," sebutnya.


    Padahal, setiap nelayan wajib mematuhi hukum adat laut, jangankan orang yang membutuhkan pertolongan di laut, binatang sekalipun wajib di tolong. Nah, kenapa ketika Faisal menyelamatkan 99 nyawa manusia seakan-akan dia telah berbuat kesalahan sehingga boatnya sempat ditahan.


    "Terkait ditahannya boat penyelamat etnis Rohingya oleh pihak hukum, menyebabkan indikasi adanya kehilangan peralatan boat menurut informasi Faisal kepada saya, ada kesan kurangnya rasa tanggung jawab pihak hukum terhadap keamanan dan kenyamanan indikasi barang sitaan", ungkapnya.


    Selain itu, FPRM mendesak panglima laut Provinsi Aceh agar dapat membantu tekong boat Faisal yang sedang mengalami masalah, baik dengan penegak hukum maupun dengan koperasi. 


    "Mengingat Faisal merupakan nelayan miskin, jangankan untuk membayar utang sebanyak itu, untuk makan saja mengalami kesusahan," ungkapnya. 


    Lebih lanjut Nasruddin mengatakan, seharusnya apa yang dilakukan oleh Faisal mendapatkan apresiasi, baik dari pemerintah maupun dari lembaga-lembaga kemanusiaan atas penyelamatan 99 Etnis Rohingya 


    "Namun yang terjadi hari ini, dirinya harus menanggung semua kerugian, dan seakan-akan apa yang di lakukan oleh nelayan Aceh ini kejahatan yang harus mendapatkan hukuman," imbuhnya.*


    Laporan : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan