TRIBUANANEWS.COM | Banda Aceh - Proyek Penyedian Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (PAM - Simas) sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Dana Desa (DD) tahun 2018 sampai saat ini belum selesai dikerjakan Kecamatan Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya, Rabu (16/9).
Desa yang mendapatkan proyek PAM Simas tersebut di Kecamatan Tripa Makmur meliputi Desa Drien Tujueh dan Desa Lueng Keubeu Jagad (LKJ). Keduanya belum selesai dikerjakan bahkan diindikasi dugaan bermasalah ditingkat Desa serta pelaksana.
Hal tersebut dipertanyakan Direktur Eksekutif Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin. Ia mengatakan, proyek PAM Simas tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai juklak dan juknis perencanaan. Bahkan ada indikasi dugaan pengutipan untuk penyelesaian bangunan.
Belum diketahui secara detil total anggaran untuk proyek tersebut, ada informasi dari Keuchik dari dana APBN 270 juta, sementara informasi dari warga mengatakan 300 juta.
"Kami selaku pemantau dan pengawasan anggaran Negara sesuai amanat Regulasi di Negeri ini berkewajiban mempertanyakan dugaan penyalah gunaan dan penyimpangan anggaran Negara dilapangan", kata Nasruddin melalui rilisnya kepada media ini, Selasa, 15 September 2020..
Oleh karena itu kami dari Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) mempertanyakan realisasi anggaran Negara atas dasar informasi dan laporan dari masyarakat. Kegiatan Tahun anggaran 2018 belum selesai tetapi papan informasi sudah tidak ada, tetapi prasasti sudah dipasang.
"Kami akan lakukan investigasi terkait indikasi dugaan penyimpangan realisasi uang Negara tersebut lebih detil dan mendalam, selanjutnya kami akan serahkan ke pihak hukum guna diproses untuk dipertanggung jawabkan oleh pelaksana dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Desa karena adanya shering anggaran DD", tegas Nasruddin.
Camat Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya Rajab Sumitro, SH terkait hal tersebut mengatakan proyek PAM Simas di Kecamatan Tripa Makmur benar berada di Desa LKJ dan Desa Drien Tujoeh. Informasi saya terima dari masyarakat benar belum selesai dikerjakan, bahkan terindikasi dugaan bermasalah dalam realisasi.
"Saya menerima laporan dari masyarakat terkait proyek PAM Simas dengan sistem kerja Swakelola di Desa. Saya akan panggil Keuchik ke - 2 (Desa) Desa tersebut untuk diminta penjelasannya terkait proyek tersebut", ujar Camat Rajab Sumitro, SH, Selasa (15/9).
Camat Rajab Sumitro menambahkan, sebenarnya dengan anggaran sheering dari DD pemasangan pipa ke rumah - rumah penduduk bisa dilakukan tanpa harus mengutip Dana dari masyarakat.
"Dengan dana dari Desa kenapa tidak diselesaikan pekerjaan yang belum terselesaikan tersebut, setelah selesai baru dirapatkan untuk membicarakan mekanisme sistem iuran pemeliharaan dan lainnya", jelas Camat Tripa Makmur tersebut.
Keuchik Desa Drien Tujoeh M. Adam saat ditemui di Kantor Desa mengatakan, benar proyek PAM Simas belum selesai dikerjakan, tetapi semua itu urusan Ketua Pelaksana namanya Syarifuddin. Silahkan bertanya kepadanya. Ada kesepakatan untuk bersama memberikan penjelasan lebih akurat hari Jum'at nanti dihadiri ketua pelaksana.
"Saya juga sudah korbankan uang pribadi 3 juta untuk proyek itu, ada juga warga yang sudah bayar kutipan untuk pemasangan pipa sama saya dan Ketua Pelaksana. Dana sheering dari DD 10 persen senilai 35 juta rupiah sudah saya serahkan ke Ketua pelaksana", jelas Keuchik M. Adam.
Salah seorang warga Desa Drien Tujoeh Nyak Teh (65) mengatakan uang ada dikutip sama masyarakat setiap Jum'at sebesar 20 ribu rupiah, tetapi warga tidak tahu berapa jumlah maksimal kutipannya.
"Sekarang masyarakat tidak mau bayar lagi uang tersebut karena realisasi kegiatan tidak ada. Bahkan dalam program air bersih diterima dirumah oleh masyarakat, tetapi sampai saat ini pipanya saja belum dipasang hingga kerumah warga ", ungkap Nyak Teh kepada media,
Pihak media akan mendalami lebih lanjut terkait proyek PAM Simas tersebut sampai tuntas, Hari Jum'at (18/9) akan lanjutkan investigasi terkait dugaan proyek tersebut.*
Editor : Syahrudin AP



