• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Direktur Eksekutif FPRM : Kami Bekerja Atas Dasar Nilai Kemanusiaan

    07/09/20, 23:55 WIB Last Updated 2020-09-07T16:56:35Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

     

    Nasruddin sedang berinteraksi dengan para pengunsi Rohingya di gedung BLK Kota Lhoksmawe


    TRIBUANANEWS.COM | Kota Lhoksmawe - Pengungsi Rohingya kini kembali terdampar dipantai Aceh tepatnya di Pantau Ujong Blang Kota Lhoksmawe berjumlah 297 orang. Kami tetap mendampingi serta memfasilitasi mereka atas dasar nilai-nilai kemanusiaan walaupun sebagai Relawan tanpa digaji.


    Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin melalui pers rilisnya kepada media Tribuananews.com, Senin (7/9) .


    Nasruddin mengatakan, dari pertama kali Pengungsi Rohingya terdampar di Aceh tahun 2009 dirinya selalu digaris depan dalam mendampingi dan memfasilitasi mereka untuk bertahan serta menyelamatkan jiwa dari ancaman pembantaian.


    "Kami bekerja secara sukarelawan tak ada yang gaji, kami ikhlas membantu Pengungsi Rohingya semampu kami, mereka adalah sama hak dan derajatnya seperti kita", ujar Nasruddin.


    Terdamparnya Pengungsi Rohingya di Negeri ini, khususnya Aceh bukan hanya ini pertama kali, tetapi sudah sering kali sehingga persepsi serta pola pikir para pihak cenderung relatif pro dan kontra dari sudut pandang masing-masing.


    "Bila anda tidak berkenan itu bukan urusan kami , karena bagi kami menolong sesama manusia lebih beradab dari pada mengupat. Kami adalah insan-insan terlatih serta berjiwa besar sebagai pegiat kemanusiaan", tegasnya.


    Nasruddin menambahkan, sudut pandang atas dasar kemanusiaan itu tidak dimiliki oleh setiap orang dimuka bumi ini, hanya orang - orang pilihan saja dilahirkan sebagai pejuang kemanusiaan yang sudah tertanam dalam jiwa raganya untuk peduli kepada mereka karena hidup dalam intimidasi serta pembantaian.


    "Selaku sosok Social Worker, pilihan kami sebagai sukarelawan tanpa pamrih untuk mendampingi manusia lainnya sesuai kemampuan kami miliki. Kami anak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ditempa dan dilatih sebagai pegiat kemanusiaan demi harga diri Negara ini", tambahnya.


    Saat ini Pengungsi Rohingya berada di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhoksmawe, kebutuhan bantuan emergency berupa sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dan makanan siap saji bagi para pengungsi tersebut. Fasilitas gedung BLK tersebut tidak mendukung bagi sejumlah pengungsi tersebut secara standar minimum (Sphere Standar).*



    Editor        : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan