TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Pelaksanaan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan bentuk Bakti TNI dalam rangka HUT TNI ke-75 tahun 2020.
Terkait hal itu, Kodim 0117/Aceh Tamiang sudah mulai mengerjakan rumah tidak layak huni milik Sami (62), warga Dusun Melati, Desa Matang Cincin, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (14/9/2020).
Melalui laporan Babinsa diteruskan oleh Danramil 06/Mpy Lettu Inf Asroni ke Kodim 0117/Atam, bahwasanya ada rumah tidak layak huni ditempati seorang janda bernama Sami, yang ditinggal meninggal suaminya 20 tahun lalu, yang saat ini hidup sendiri dirumah yang sudah tidak layak dihuni lagi.
Saat ditemui di lokasi, Lettu Inf Faisal Hadi selaku Pasiter Dim 0117/Atam menerangkan, bahwa bantuan RTLH ini sesuai dengan petunjuk Komanda atas. Rehab tersebut bertujuan mendorong dan menumbuhkan kesadaran masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan rumah tinggal yang layak huni.
"Hal ini diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, namun berupa material kayu dan sebagainya untuk kepentingan rehab rumah yang langsung dikerjakan oleh tukang khusus dari Kodim 0117/Atam," kata Pasiter Dim 0117/Atam.
Sementara itu, Sami merasa terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diterima. Ia mengaku dalam kesehariannya hanya sebagai ibu rumah tangga.
Terpisah, Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita menjelaskan, bahwa tujuan pihaknya melaksanakan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni ini adalah untuk memberikan bantuan kepada warga kurang mampu. Selain itu juga, hal ini untuk memberikan stimulasi masyarakat kurang mampu dalam merehab tempat tinggalnya, agar memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan.
"Diharapkan, dalam pengrehapan RTLH ini dapat mewujudkan mimpi Ibu Sami dalam membangunan rumahnya yang menjadi layak untuk ditempati. Inilah bentuk bakti TNI untuk masyarakat. Semoga kedepannya dapat bermanfaat untuk ibu Sami bersama keluarga," harap Dandim 0117/Atam.
Selama proses pembangunan, Sami untuk sementara tidur ditempat anaknya, menunggu proses renovasi rumah, sedangkan ketiga anaknya sudah berkeluarga semua, dengan kehidupan pas-pasan yang tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa membantu tenaga dalam proses pembangunan rumah untuk orang tua mereka.*
Editor : Syahrudin AP
Sumber : Pendim 0117/Atam


