TRIBUANANEWS.COM | Buol - Lambatnya pencairan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2020, menjadi tanda tanya besar bagi 11 Puskesmas yang ada di Kabupaten Buol. Pasalnya, dana bantuan tersebut hingga saat ini belum kunjung cair.
Menurut kepala UPT Puskesmas Bokat Andi Agus Salim, S.Km., sampai saat ini belum ada pencairan, baik yang bersumber dari BOK Puskesmas maupun BOK tambahan dari Kementerian Kesehatan, dari bulan Januari 2020 selama pandemi Covid -19 hingga saat ini.
"Untuk yang dari dana BOK kemarin di 11 Puskesmas mengalami pergeseran, yang dananya dialihkan sebagian anggaranya untuk penangganan Covid -19. Yang dialihkan itulah belum pernah kami terima, termasuk yang tidak dialihkan juga belum pernah dicairkan," ungkapnya selasa (1/9/2020).
Hal yang sama juga di ungkapkan kepala UPTD Puskesmas Keramat Said, S.Km., menurutnya, untuk pagu anggaran BOK yang ada di Puskesmas Keramat sebesar 700 juta, dengan pemotongan 400 juta lebih yang perencanaannya awal tahun belum ada terealisasi, tapi kegiatannya sudah dilaksanakan tinggal menunggu klaim anggaran.
"Sebenarnya keterlambatan bukan dari Puskesmas, justru dari Dinas Kesehatan lah yang memproses penyusunan laporannya dari Puskesmas. Hingga dari bulan januari kegiatannya sudah dilaksanakan, teman-teman pakai biaya sendiri," ujar Said.
Lanjutnya, "sekarang ini kita sementara menyusun anggaran untuk 2021, sementara yang 2020 ini belum terealisasi sebagai mana mestinya," katanya melanjutkan.
Sementara, Kadis Kesehatan Kabupaten Buol Muh. Rizal Naukoko, S.Si., Apt., M.Kes., saat dikonfirmasi dikediamannya menjelaskan, untuk semua penganggaran di Refocussing untuk penanganan Covid-19.
Dijelaskannya, belum terealisasinya dana terhadap belasan Puskesmas tersebut karena mekanisme yang terlebih dahulu harus mengusulkan laporan pelaksanaan kegiatan, SPJ dan lainya.
"Untuk BOK Puskesmas sementara dalam proses, tapi yang awal-awal sudah, dikarenakan tidak turun satu kali, dan ini kita ada BOK tambahan untuk penanganan Covid-19. Intensif tenaga kesehatan ada, sementara diproses juga," ucapnya. *
Laporan : Agus

