TRIBUANANEWS.COM | Banda Aceh - Menindak lanjuti penyataan Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin terkait Proyek PAM Simas di Desa Drien Tujoeh Kecamatan Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya, Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Monitoring (LSM-IM) Law and Justice Sitti Afry Mahyeni, ST minta agar segera diusut tuntas.
Proyek Penyedia Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (PAM Simas) sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Dana Desa (DD) tahun 2018 tersebut diamanatkan Presiden Joko Widodo untuk pemenuhan sarana air bersih dan sanitasi masyarakat Desa krisis air bersih.
Sitti Afry Mahyeni, ST akrab disapa Mahyeni mengatakan, proyek PAM Simas di Desa Drien Tujoeh secara kerangka Regulasi sudah mati anggaran, tetapi proyek tersebut belum selesai dikerjakan serta belum dapat dinikmati masyarakat sesuai perencanaan progran pemerintah.
"Saya minta kepada pihak instansi terkait khususnya pihak hukum agar mengusut tuntas dugaan penyelewengan proyek tersebut. Kami pihak Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) selaku fungsi kontrol terhadap anggaran Negara akan lakukan investigasi guna diserahkan ke pihak hukum untuk ditindak lanjuti", kata Mahyeni melalui press release kepada media ini, Kamis (17/9) di Banda Aceh.
Laporan dan informasi berhasil kami himpun, masyarakat sangat mengeluh terhadap terbengkalainya proyek PAM Simas tersebut. Masyarakat butuh air bersih, tetapi sampai saat ini belum dapat dinikmati masyarakat sarana air bersih tersebut. Bahkan menurut informasi anggarannya mencapai 300-an juta rupiah dari 2 (dua) sumber anggaran.
"Informasinya, sudah dilakukan pengutipan dari warga masyarakat dengan alasan untuk penyelesaian proyek tersebut. Karena tidak kunjung ada penyelesaian, maka masyarakat mau membayar lagi kutipan tersebut. Ini keterangan berhasil dihimpun dari masyarakat", jelasnya.
Ditempat terpisah, Keuchik Desa Drien Tujoeh M. Adam mengatakan, semua Dana sudah saya serahkan kepada pelaksana, ada mekanisme sheering dana dari masyarakat untuk pemasangan pipa air ke rumah masyarakat.
"Tetapi masyarakat ada yang bayar iuran ada juga tidak, setiap warga diminta bayar uang kutipan 100 ribu rupiah per orang. Ada yang bayar sama saya, dan ada juga bayar sama ketua pelaksana proyek", sebut Keuchik M. Adam.
Salah seorang sumber terpercaya warga masyarakat Desa Drien Tujoeh enggan namanya disebut membenarkan proyek PAM Simas di Desanya belum selesai, bahkan warga dikutip uang 20 ribu setiap hari Jum'at untuk pemasangan pipa ke rumah-rumah penduduk.
"Kami mendengar waktu pertemuan di balai pertemuan dekat Masjid dihadiri petugas dari pemerintah mengatakan tidak ada pengutipan uang untuk pembangunan, hanya setelah selesai dan air sudah diterima dirumah-rumah baru bayar iuran, kata 6000 rupiah per rumah tiap bulan", ungkap sumber warga tersebut.
Ia menambahkan, masyarakat Desa ini sangat butuh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi air bersih dari PAM Simas tidak kunjung berhasil dinikmati oleh masyarakat.
"Kami juga dengar informasi dari warga lainnya, kalau warga Desa kami tidak mau kasih uang, maka air bersih akan dialihkan ke Desa lain. Hal itu kata warga diduga disampaikan oleh aparatur Desa", sebutnya.*
Editor : Syahrudin AP


