• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Terkait Dugaan Penyimpangan Dan Penyalahgunaan Wewenang Jabatan Keuchik Sumber Makmur, Ini Mereka Angkat Bicara

    17/08/20, 13:05 WIB Last Updated 2020-08-19T10:22:52Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
     
    Prasasti Gedung Balai Desa Tahun Anggaran 2019 Desa Sumber Makmur sudah dipasang, pertanda sudah dilaporkan pertanggung jawabannya meski belum siap?.

    "Saya akan bongkar semua dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dilakukan Keuchik Warsiman hingga ke pihak hukum untuk mempertanggung jawabkan anggaran Desa dari pemerintah untuk kepentingan masyarakat", tegas Rendi


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Dugaan penyimpangan dan penyalah gunaan anggaran dilakukan Keuchik Desa Sumber Makmur Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Warsiman, mereka warga setempat angkat bicara terkait pemerintahan serta realisasi anggaran Desa.

    Ketua Tuha Peut Desa Sumber Makmur Mustafa menyampaikan Keuchik Warsiman memang diduga tidak transparan dalam tata kelola pemerintahan dan pengelolaan anggaran Desa dari sejak menjadi Keuchik.

    "Informasi warga kepada Tuha Peut Anggaran buat jalan baru lorong satu 200 jutaBayar Beco Waluyo 140 juta. Sisa 60 juta, kata Sugito Saragih serak batu ke lorong 5, ada warga tanya Waluyo, katanya tidak masuk lorong Lima", jelas Mustafa.

    Menurut Ketua Tuha Peut, sangat salah kalau telepon dari pihak media atau orang penting lainnya, apa lagi menyangkut urusan pemerintahan Desa. Selama menikah lagi Keuchik sudah jarang di Desa, terkesan sudah malas dalam kinerja.

    Penimbunan jalan baru lorong Satu Desa Sumber Makmur anggaran tahun 2020 dengan nilai anggaran dua versi. 

    "Musyawarah dilakukan menjelang penarikan anggaran, karena butuh tanda tangan Tuha Peut, terkesan seolah-olah semua sesuai mekanisme anggaran. Setelah anggaran ditarik, tidak ada lagi musyawarah. Bahkan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) keponakan kandung Keuchik diangkat, diduga agar mudah mengutak-atik anggaran", ungkapnya..

    Sekretaris Desa Sumber Makmur Syarifuddin mengatakan itu pembangunan  Balai Desa ada Ketua TPK yang mengelola dan bertanggung jawab, kalau dilihat dari waktunya sudah terlambat, tapi masih dikerjakan dan diselesaikan.

    "Tahun ini tidak ada anggaran silpa, saya bekerja di Desa sesuai tupoksi saya, bukan untuk cari uang. Laporan pertanggung jawaban (LPJ) saya belum tanda tangan, karena belum siap, LPJ kan harus siap 100 persen mulai dari nol sampe tuntas, saya sama bendahara udah capek ingatkan, alasannya kendala alam. Kesimpulannya, anggaran tidak disipakan, tetapi tidak selesai karena gejala alam", tutur Sekdes.

    Purnomo salah satu warga Desa Sumber Makmur mengeluhkan ketidak jelasan anggaran Desa ini, termasuk merasa malu kalau Desa ini disorot keluar oleh pihak-pihak luar.

    "Saat mengikuti rapat di Desa saya sempat dibilang pengacau, tidak punya jabatan. Yang bilang itu diduga para oknum orang-orang dekat Keuchik. Saya tidak perlu jabatan, gaji saya sudah ada, saya hanya mau Desa saya lebih baik dalam melaksanakan pembangunan", terang Purnomo.


    Rendi juga warga Desa Sumber Makmur mengecam perilaku Keuchik Warsiman atas hak-hak istrinya selaku aparatur Desa yang di diskriminasi. Kalau mau dipatuhi, dihargai serta dihormati oleh warga masyarakat, seharusnya Keuchik Warsiman jadi pemimpin yang benar serta menjalankan amanat Regulasi.

    "Saya akan bongkar semua dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dilakukan Keuchik Warsiman hingga ke pihak hukum untuk mempertanggung jawabkan anggaran Desa dari pemerintah untuk kepentingan masyarakat", tegas Rendi.*


    Laporan   : Sofyan
    Editor       : Syahrudin AP
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan