• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Solideritas Peduli Pencaker Manokwari Temui Gubernur Papua Barat, Ini Yang Mereka Sampaikan

    04/08/20, 12:31 WIB Last Updated 2020-08-04T05:31:20Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Manokwari - Solidaritas Peduli Pencaker Kabupaten Manokwari, pada Senin, 03 Agustus 2020 tatap muka dengan Gubenur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Jalan Yos Sudarso Manokwari, Papua Barat.

    Mereka menyampaikan kepada Gubenur Papua Barat terkait hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 kabupaten yang telah diumumkan 31 Juli 2020. Namun, hasil tersebut menuai protes lantaran dinilai kuota bagi Orang Asli Papua (OAP) tidak sesuai seperti yang diamanatkan dalam UU Otsus.

    Protes ini masih terus disuarakan hingga Senin (3/8/2020). Massa yang berjumlah ribuan menggelar aksi menuntut pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi agar menyetujui aspirasi mereka.

    Berikut 4 point aspirasi yang disampaikan dalam aksi demo dihadapan Gubernur serta Bupati Manokwari ;

    Kami bersumpah dalam nama Tuhan dengan tegas kami menolak pengumuman Bupati Manokwari nomor 892.2/81/BKPP/VII/ 2020 tentang penetapan hasil kelulusan CPNS Kabupaten Manokwari tahun 2018, yang telah diumumkan tanggal 31 Juli 2020 dan tidak dapat dilakukan pemberkasan bagi peserta yang lulus sebelum melakukan peninjauan kembali kuota dengan mengakomodir semua Orang Asli Papua pada seleksi formasi tahun 2018.

    Meminta kepada Gubernur, Ketua DPR PB, Ketua MRPB, Ketua Lembaga masyarakat adat, Ketua dewan adat Papua ,Ketua DPR Manokwari agar sesegera mungkin menggelar tikar adat dan rapat besar-besaran dengan mengikat hal ini Plh. Bupati Manokwari, Sekda Manokwari untuk mempertanggungjawabkan revisi formasi daftar nama yang dikirim dari daerah ke pusat, serta memberikan alasan kuota kelulusan 22 persen OAP dan 78 persen non-OAP dihadapan semua pencaker.

    Kami meminta penerimaan Formasi CPNS tahun 2019 dilakukan secara formalitas dan dikhususkan bagi Orang Asli Papua yang tidak lulus pada tahun 2018.

    Apabila aspirasi kami tidak dihiraukan dan ditindaklanjuti, maka jangan salahkan kami apabila setiap hari terus buat keributan, berteriak dipinggir jalan, dan lain-lain sehingga Kamtibmas di Manokwari menjadi terganggu.

    Aspirasi ini kemudian diserahkan kepada Plh. Bupati disaksikan Gubernur Papua Barat.

    Menurut Gubenur Papua Barat Dominggus Mandacan, penerimaan CPNS memprioritaskan kearifan loka. Hal itu ia sampaikan pada saat menemui Pencaker waktu pemalangan jalan baru baru ini.

    Gubenur Suku Basar Arfak oleh sebab mengutamakan Suku Basar Arfak yang mendiami Manokwari, juga prioritas suku Doreri selajutnya suku suku lainnya yang mendiami Manokwari, karena masyarakat Papua yang lain yang berdomisili di Manokwari seperti Biak, Serui dan Sorong.

    Terkait besar kuotanya akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan Gubenur dengan para Bupati/Wali Kota se- Papua Barat.*

    Laporan : Enos
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan