• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Seorang Wartawan Di Mamuju Tewas Mengenaskan, Ketua IM Law & Justice : Hentikan Aksi Brutal dan Premanisme Terhadap Wartawan!

    23/08/20, 22:24 WIB Last Updated 2020-08-23T15:50:25Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    Mursali Bachtiar, Ketua LSM IM Law & Justice

    “Saya ingatkan kepada siapapun yang mendapat kontrol dari wartawan melalui tulisannya, atau mungkin dianggap tidak berimbang dan merugikan hendaknya melalui aturan semestinya yaitu meminta hak jawab,” kata Ketua LSM Indonesia Monitoring Law & Justice.


    TRIBUANANEWS.COM | Medan - Terkait tewasnya salah seorang wartawan media online kabardaerah.com, Demas Laira (28), pada hari Rabu 19 Agustus 2020 yang lalu di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, banyak menuai kecaman sekaligus simpatik dari semua pihak, tak terkecuali sesama insan Pers maupun pimpinan semua media, baik lokal maupun nasional.

    Kesedihan yang mendalam juga turut dirasakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Monitoring Law & Justice ( IM Law & Justice), Mursali Bachtiar yang juga sebagai Pimpinan Redaksi di 3 media cetak dan online, yakni Tribuananews.com, Tribuananews.net dan Postdesa.com.

    Korban tewas, Demas Laira wartawan media online

    Bachtiar menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang dialami.

    “Semoga almarhum mendapat ketenangan disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan, sabar dan tawakal,” ucapnya kepada media ini, melalui pesan Whatsapp group, pada Sabtu (23/8/2020).

    Dirinya juga mengatakan, bahwa untuk saat ini, semua pihak harus bisa menahan diri agar kepolisian yang menangani kasus ini dapat melaksanakan tugasnya secepat mungkin mengungkap peristiwa yang melukai hati kita semua.

    “Saya mengecam perbuatan pelaku atau siapapun dalang dibalik peristiwa ini, dan saya berharap kepada pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif pembunuhan almarhum Demas dan menangkap semua pelakunya,” ujarnya.

    Menurut Bachtiar, peristiwa yang melukai seluruh awak media baik cetak maupun online ini bisa saja ada keterkaitan dengan berita yang dirilisnya atau yang sedang dikembangkannya.

    “Sesuai informasi dari beberapa media online yang saya baca, ditubuh korban terdapat 17 luka tusukan yang acak, bisa saja sebelum tewas korban sempat melakukan perlawanan karena jumlah yang tidak berimbang kemudian korban dapat dilumpuhkan. Terlebih lagi di sekitar tempat kejadian perkara pihak kepolisian menemukan satu buah sepatu yang diduga milik pelaku. Indikasinya, seperti ada keributan sebelum almarhum tewas,” ungkap Ketua LSM IM Law & Justice seraya menduga peristiwa tersebut.

    Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sesuai berita yang dibacanya pada media kabardaerah.com, bahwa Barnabas kakak korban memberikan keterangan di media tersebut bahwa tante korban sebelum kejadian sempat mendengar percakapan korban ribut ribut dengan orang di dalam telepon masalah berita.

    “Informasi tantenya itu kan bisa didalami sebagai bahan keterangan untuk melacak motif dari peristiwa tersebut. Cek dengan siapa saja korban melakukan percakapan, khususnya teleponan yang ribut ribut itu. Saya pikir Polisi lebih paham lah itu,” terangnya.

    Bachtiar sangat berharap kepolisian bisa dengan segera menangkap pelaku peristiwa ini.

    “Saya ingatkan kepada siapapun yang mendapat kontrol dari wartawan melalui tulisannya, atau mungkin dianggap tidak berimbang dan merugikan hendaknya melalui aturan semestinya yaitu meminta hak jawab. Ingat kawan, pers merupakan ujung tombak dari semua arus informasi. Stop, aksi aksi brutal dan premanisme. Kalian harus ingat pers adalah pilar ke empat di negeri ini, yang bertugas dilindungi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tegasnya mengingatkan.

    Keprihatinan ini Bachtiar sampaikan, karena dirinya selain sebagai Ketua LSM juga sebagai pimpinan redaksi di 3 media cetak dan online.

    “Media saya banyak punya wartawan yang tersebar di seluruh Indonesia, dan tidak jarang juga wartawan saya menggunakan kontrol tajamnya ditengah masyarakat. Saya berharap peristiwa yang menimpa rekan kita, sahabat kita, saudara seprofesi kita Demas Laira juga Demas Demas lainnya yang sebelumnya juga banyak yang mengalami nasib serupa, tidak terulang lagi, dan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pahit bagi kita semua. Tetap waspada dan utamakan keselamatan kalian,” pungkas Bachtiar seraya mengingatkan seluruh awak medianya.

    Hal Senada juga disampaikan, Dedy Hasan Basri Wakil Ketua III Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN). Ia sangat prihatin dengan peristiwa tewasnya wartawan, Demas Laira di Mamuju.

    “Saya sangat mengecam keras perbuatan pelaku, dan saya harap pihak kepolisian segera menangkap pelaku atau sipapapun dalang pembunuhan Demas Laira,” ucap Dedy geram, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepone selulernya.

    Selain itu, dirinya juga meminta kepada pemerintah agar memberikan perhatian khusus kepada wartawan agar peristiwa keji ini tidak terulang.

    “Kita akan kawal kasus ini sampai kepolisian berhasil menangkap pelakunya,” pungkasnya.*

    Laporan : Hendra Purwanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan