Ibnu Sinar, Penasehat FPPKKB Rimueng Pilok Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya.
TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Forum Putra Putri Keluarga Kuala Baroe (FPPKKB) Rimueng Pilok akan kerahkan 5000 anggota kepung PLTU 3-4 Nagan Raya berlokasi di Suak Puntoeng jika pengusaha remehkan nilai budaya lokal Bomoe Rameune. Hal tersebut bersebab akibat ulah para pengusaha yang mendatangkan sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina saat pemerintah sedang berperang melawan Covid-19 di Nagan Raya.
Pernyataan tersebut di sampaikan Penasehat FPPKKB Rimueng Pilok Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Naagan Raya, Ibnu Sinar guna peringatkan semua pihak untuk menghormati dan mengindahkan kultur budaya Nagan Raya (Nanggroe Rameune), Sabtu (29/8).
"Kita sekarang lagi fokus mendukung program pemerintah yang sedang mengajak seluruh masyarakat untuk serentak ikut memerangi Virus Corona dengan berbagai cara untuk memutuskan mata rantai penyebarannya di Nagan Raya serta siap taati Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sesuai Interuksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020", kata Ibnu Sinar melalui pers rilisnya.
Jadi apa makna jika protokoler kesehatan di indahkan oleh masyarakat, mulai dari kebiasaan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak per orangan, jika TKA Cina di datangkan seenaknya ke wilayah Nagan Raya.
Para TKA asal Cina saat di Bagan Raya"Padahal kita semua tau bahwa Corona Virus Disease (Covid)-19 berawal diindikasi terjangkit dari Wuhan Cina.
Namun karena mereka pihak pengusaha hanya mengejar ke untungannya saja, maka hal dapat merugikan masyarakat pun mereka lakukan", sebut Ibnu Sinar.
Ia mengajak semua pihak untuk berpikir rasional, karena percuma saja jika Pemerintah dalam mengupayakan penanggulangan Virus Covid-19 telah menguluarkan anggaran yang cukup besar. Selanjutnya pemerintah juga telah membentuk Gugus Tugas Covid-19 (GTC).
"Nilai-nilai dan norma budaya kearifan lokal Nagan Raya serta mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya, FPPKKB Rimueng Pilok dengan 5000 anggotanya akan kepung PLTU 3-4 guna menghentikan mereka yang tidak hargai nilai arifan dan budaya Bumoe Ramuene", tegas Ibnu Sinar.
Sementara di sisi lainnya TKA dari Cina terus di datangkan tanpa ada rasa ke khawatiran bahwa mereka adalah salah satu faktor berbahaya dapat menyebarkan Virus Corona di wilayah Nagan Raya.
"Saya berharap jika Pemerintah sudah berani mengeluarkan biaya besar untuk mencegah Virus Corona, Lalu Pemerintah juga harus berani menolak TKA Cina yang notabe nya adalah telah banyak terjangkit Virus Corona Covid-19", pintanya.*
Laporan : Sofyan
Editor. : Syahrudin AP



