masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Sigi - Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas Tadulako (UNTAD) menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sigi dalam rangka pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat.
Dalam pertemuan bersama Bupati Sigi, Mohamad Irwan dan ketua LPPM Untad Dr. Muh Rusydi H, M.Si pada selasa (4/8/2020), Dr. Muh Rusydi menyampaikan salah satu tugas utama penelitian dan pengabdian ini adalah kuliah kerja nyata (KKN) dan diharapkan Universitas Tadulako menjadi institution of adaptive dan inovation, instituti pendidikan yang selalu beradaptasi dan memiliki inovasi serta kerjasama dengan mitra yang memiliki kecepatan dan konsistensi.
"Sudah beberapa kerjasama yang telah dilakukan oleh Universitas Tadulako , yaitu kerjasama antara Untad dan BNPB, Kemendes serta BPOM. Untad melalui KKN mahasiswanya akan membantu mengatasi problem atas program yang dijalankan oleh pemerintah daerah ditengah masyarakat," terang Dr. Muh Rusydi.
Lebih lanjut beliau mengatakan ada program baru yang akan dijalankan yaitu program kampus merdeka/merdeka dalam belajar, dimana waktu KKN dilapangan akan cukup panjang selama 6 sampai dengan 12 bulan yang akan memberikan kontribusi yang cukup banyak kepada daerah serta berharap untad nantinya dapat dikenal dimasyarakat yang memiliki ciri ilmu perguruan tingginya, memiliki dampak yang nyata terhadap masyarakat serta berkelanjutan.
Menyikapi hal tersebut Bupati Sigi mengatakan bahwa segala sesuatu kini sudah menjadi suatu keharusan untuk mengikuti perkembangan zaman, termasuk halnya penelitian dan pengabdian yang selalu dituntut untuk melakukan suatu inovasi yang sangat tak terhidarkan oleh sentuhan IT dalam implementasinya.
Dengan visi Kabupaten Sigi yang maju mandiri berbasis kerakyatan, maka dengan itu Bupati ingin memanfaatkan kelebihan sekaligus kekurangan di Sigi yang tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah yang lain.
"Kita berharap Sigi dapat menjadi daerah yang mampu memanfaatkan potensi daerahnya seperti potensi pertanian, peternakan, perkebunan bahkan pariwisatanya. Namun juga dibutuhkan penguatan, baik itu penguatan program maupun penguatan kepedulian masyarakat," ujar Bupati Sigi.
Beliau berharap kedepannya Sigi dapat memiliki nilai jual terhadap produk-produknya melalui brand yang dikenal dan memiliki nilai lebih oleh daerah lain, dan melalui forum ini berharap kerjasama LPPM Untad dengan Pemkab Sigi dapat segera dilaksanakan untuk pengembangan potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Sigi melalui penelitian dan pengabdian yang inovatif.
Turut hadir Kepala BP3D Kabupaten Sigi, Ketua dan sekrestaris LPPM Universitas Tadulako beserta jajarannya. *
Laporan : Agus

