• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kinerja Polres Tanjung Balai, Program Polisi Rindu Masyarakat

    09/08/20, 02:03 WIB Last Updated 2020-08-08T19:28:52Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    Penulis : Hendra Purwanto, Wartawan Tribuananews.com, Jumat (7/8/2020).

    “Ketika Polisi Rindu Masyarakat, begitupun sebaliknya, Masyarakat juga merindukan Polisi. Polisi yang Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya). Polisi yang ketika hujan bajunya basah, Polisi yang ketika turun ke ladang, kebun dan sawah, bajunya turut bermandikan keringat dan lumpur.


    TRIBUANANEWS.COM | Tanjung Balai - Tidak hanya pemerintah, selama ini masyarakat juga mengharapkan kepolisian dapat berkembang lebih baik dengan merintis hubungan vertikal sampai ketingkat paling bawah seperti pada wilayah pedesaan diseluruh pelosok Indonesia.

    Kedudukan kepolisian dalam sebuah Negara selalu menjadi kepentingan banyak pihak untuk duduk dan berada dibawah kekuasaan.

    Pada masa pemerintahan Orde Baru, contohnya, Kepolisian Republik Indonesia dibenamkan dalam sebuah satuan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang bergerak dalam pengaruh budaya militer.

    Militeristik terasa begitu sangat kental dan mengikat karena pada masa lebih dari 30 tahun tersebut kepolisian terbungkus dengan budaya militer.

    Kemudian, tahun 1998 tuntutan masyarakat begitu kuat dalam upaya membangun sebuah pemerintahan yang bersih dan mempunyai keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

    Maka selanjutnya, melalui Tap MPR No.VI/2000, menyatakan bahwa salah satu tuntutan reformasi dan tantangan masa depan adalah dilakukannya demokratisasi, maka diperlukan reposisi dan restrukturisasi ABRI.

    Karena akibat dari penggabungan tersebut terjadi kerancuan dan tumpang tindih peran dan fungsi TNI sebagai kekuatan pertahanan, sementara Polri sebagai kekuatan Kamtibmas. Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Ketika Rindu Itu Datang

    Setelah Polri terpisah dari ABRI pada tahun 2000 silam, kini Polri hadir ditengah masyarakat guna menjaga keamanan, ketertiban serta bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum, secara Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter).

    Kerinduan Polisi untuk kembali hadir ditengah masyarakat begitu kentara secara kasat mata, misalnya saja, pada kondisi saat ini ketika virus Corona (Covid-19) melanda dunia khususnya di Indonesia. Polisi begitu cekatan turun ke tengah masyarakat dengan berjibaku melakukan berbagai upaya pencegahan meluasnya wabah Covid-19. Baik dengan cara memberikan imbauan, membagikan masker maupun alat pengaman diri (APD) lainnya.

    Seperti salah satu contoh yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Datuk Bandar Kelurahan Pahang Bripka Ade Arwan melaksanakan giat sambang salah satu warung milik warga, Sunario, pada Minggu (2/8/2020).

    Foto : Bhabinkamtibmas, Bripka Ade Arwan bersama warga di warung milik Sunario

    Dalam kesempatan tersebut, Bripka Ade Arwan menyampaikan pesan Kamtibmas serta tetap menghimbau agar dalam adaptasi kebiasaan baru tetap melaksanakan protokol kesehatan demi menjaga kesehatan dengan tetap memakai masker serta tetap mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun.

    Kerinduan Polisi Untuk Melayani Masyarakat

    Ditengah pandemi Covid-19, dengan semangat kepedulian, Bhabinkamtibmas dari Polsek Datuk Bandar, Polres Tanjung Balai ini memberikan penerangan tentang bagaimana penanganan maupun pencegahan penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukannya tentu saja sebagai wujud pelayanan Polisi khususnya Polsek Datuk Bandar, Polres Tanjung Balai kepada masyarakat.

    Ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, betapa Polisi menyadari situasi yang tidak menguntungkan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak langsung Covid-19. Wabah virus Corona ini secara nyata meruntuhkan sebagaian besar perekonomian masyarakat.

    Oleh karenanya, Polisi dengan sigap dan ketulusannya melayani, terjun ke tengah masyarakat guna memberikan imbauan, membagikan masker atau alat pelindung diri (APD) lainnya bahkan memberikan bantuan sembako secara langsung.

    Mengapa Polisi begitu sigap membantu masyarakat disaat Covid-19 melanda Indonesia?. Lagi-lagi, inilah bentuk kerinduan Polisi untuk melayani sekaligus mengayomi masyarakat. 

    Polisi juga manusia, yang memiliki hati dan nurani, rasa sayang dan ikhlas dalam pengabdiannya. Polisi juga merasakan kesedihan atas kesulitan yang dialami masyarakat ditengah pandemi Covid-19 ini.

    Polisi Turun Ke Sawah

    Selain Bhabinkamtibmas Polsek Datuk Bandar, Bripka Ade Arwan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Karya, Bripka Ivan Lendi juga melakukan hal yang sama. Menyambangi Ibu-ibu Kelompok Tani Pasar 8 Kota Tanjung Balai.

    Foto : Bhabinkamtibmas Bripka Ivan Lendi saat bincang-bincang dengan Ibu-ibu petani.

    Selain bincang-bincang soal pertanian khususnya tanaman padi, Bripka Ivan Lendi juga  mendukung program Pemerintah dalam ketahanan pangan ditengah pandemi sekaligus cegah penyebaran Virus corona Covid-19.

    Selain itu, Bripka Ivan Lendi juga menghimbau kepada ibu-ibu kelompok tani agar tetap mengikuti protokol kesehatan dalam adaptasi baru dengan menjaga kesehatan dan kebersihan diri, sama halnya seperti yang disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Datuk Bandar, Bripka Ade Arwan pada kesempatan waktu dan tempat yang berbeda.

    Apa yang dilakukan Bhabinkamtibmas Bripka Ade Arwan maupun Bripka Ivan Lendi adalah sebagai salah satu contoh betapa Polisi Rindu Masyarakat (PRM) yang bertujuan agar masyarakat lebih merasakan kehadiran Polisi di tengah masyarakat sehingga masyarakat merasa lebih aman dan tentram.

    Sekuntum Bunga Dan Coklat Sebagai Bentuk Mahabbah

    Kemudian, mengapa Polisi membagikan bunga dan coklat, apa korelasinya?. Seperti yang dilakukan Personil Sat Lantas Polres Tanjung Balai saat melaksanakan kegiatan rutin pemeriksaan surat dan kelengkapan pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil di Jalan Jenderal Sudirman Km 7 Perbatas Kota Tanjung Balai dengan Kab Asahan, pada Rabu (4/3/2020) silam.

    Foto : Personil Sat Lantas Polres Tanjung Balai memberikan setangkai bunga pada pengendara yang patuh dan tertib berlalu lintas

    Itu juga merupakan salah satu bentuk Mahabbah (rasa rindu/cinta) dari Polisi terhadap masyarakat. Bunga dan coklat memiliki makna yang sangat dalam. Polisi hadir ditengah masyarakat tidak hanya humanis tapi juga romantis. Kerinduan Polisi terhadap masyarakat begitu sangat terasa.

    Sekalipun dalam menerapkan peraturan kedisiplinan dalam berlalu lintas di jalan raya, Polisi tetap mengedepankan rasa mahabbahnya baik terhadap masyarakat yang patuh peraturan maupun bagi yang melanggar.

    Personil Sat Lantas Polres Tanjung Balai, memberikan setangkai bunga dan coklat kepada para pengendara yang mematuhi aturan tata tertib berlalu lintas. Bunga dan coklat tersebut sebagai ungkapan apresiasi dalam bentuk yang humanis dan romantis, betapa Polisi sangat mencintai masyarakat.  

    Maka sangat disayangkan, jika ketulusan dan ke ikhlasan Polisi dalam melayani dan mengayomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini kemudian ada pihak yang meresponnya dengan nada “nyinyir”, bahkan menganggapnya hanya sebagai pencitraan belaka.   

    Kepekaan Kapolres Yang Menjadi Teladan Bagi Anggotanya

    Keseriusan Polisi hadir ditengah masyarakat juga diperlihatkan oleh Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K, M.H. Dengan sigap, Kapolres Tanjung Balai langsung mengerahkan personilnya ke lokasi banjir untuk bergotong royong membersihkan saluran air dan parit disekitar Jalan Sei Lasolo, Link II hingga Jalan Satria, Kelurahan Muara Santoso, pada Sabtu (25/7/2020).

    Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K, M.H

    Tidak hanya itu, Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K, M.H, juga menginstruksikan seluruh personilnya untuk merespon lebih cepat jika ada keluhan dari masyarakat.

    Sikap sigap dari seorang Kapolres Tanjung Balai ini menjadi contoh teladan betapa seorang pemimpin harus benar-benar bisa merasakan kesulitan bahkan kepedihan orang lain, terlebih yang menimpa masyarakat secara umum.  

    Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

    Polisi juga mengerahkan segala kemampuannya untuk memberikan bantuan sembako atau apapun yang dibutuhkan masyarakat baik mereka yang terdampak Covid-19 maupun akibat musibah bencana alam.

    Hal ini dilakukan Polisi sebagai bentuk keseriusannya hadir ditengah masyarakat dalam situasi apapun. Dan hal ini selain menjadi suatu kewajiban mengayomi dan melayani, juga menjadi upaya Polisi agar semakin di cintai masyarakat. Sehingga kerinduan Polisi terhadap masyarakat dapat terobati dan terjalin hubungan yang lebih baik lagi kedepannya.

    Kendati keseriusan Polisi untuk mencurahkan perhatiannya kepada masyarakat mendapat respon yang beragam dari berbagai pihak. Khususnya respon yang bernada “nyinyir”, memandang sebelah mata, bahkan dianggapnya sebagai pencitraan belaka.

    Namun anggapan itu tak akan pernah menyurutkan semangat dan niat baik Polisi untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Ibarat pepatah mengatakan, “Anjing menggonggong kafilah berlalu”.

    “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”, Mengutip dari (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

    Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, yang penting ada kemauan dan ada kesungguhan serta gunakan logika serta ilmu pengetahuan sesuai kapasitas masing masing. Dengan demikian Insya Allah, Polisi akan semakin melekat dihati masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa.

    Man Jadda Wajada, “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, atau istilah lainnya, where there is a will there is a way !, “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada jalan“.


    Ketika Polisi Rindu Masyarakat, begitupun sebaliknya, Masyarakat juga merindukan Polisi. Polisi yang Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya). Polisi yang ketika hujan bajunya basah, Polisi yang ketika turun ke ladang, kebun dan sawah, bajunya turut bermandikan keringat dan lumpur. Artinya, masyarakat juga merindukan Polisi yang merakyat, yang tulus dan ikhlas dalam pengabdian.

    Jayalah Kepolisian Negara Republik Indonesia, peran sertamu yang humanis ditengah masyarakat senantiasa di rindukan.*

    Artikel Ini Diikutsertakan Dalam Lomba Karya Tulis Polres Tanjung Balai
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan