TRIBUANANEWS.COM | Karo - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si. bersama unsur Forkopimda Sumut kunjungi dan meninjau langsung aktifitas Gunung Sinabung.
Kegiatan ini juga turut di hadiri oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, serta para PJU Polda Sumut, dengan menyambangi Pos Pengamatan Gunung Api di Jalan Kiras Bangun, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (18/08/2020).
Selain memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, Kapolda Sumut beserta rombongan juga memberikan bantuan kepada para personil TNI, Polri, serta personil dari Satuan Brimob Sumut yang bertugas di titik rawan erupsi Gunung Sinabung.
Selain untuk para personil TNI - POLRI, bantuan berupa sembako, masker, selimut, pakaian bayi dan yang lainnya juga di berikan untuk masyarakat sekitar yang saat ini terkena dampak dari erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu yang lalu.
"Kita datang kemari bertujuan untuk memantau langsung aktivitas Gunung Sinabung ini, serta memberikan bantuan perlengkapan untuk personil dan bantuan untuk masyarakat sekitar, yang sangat merasakan dampaknya," ucap Kapolda Sumut kepada awak media.
Ditambahkannya, "kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memasuki zona merah. Bahkan, kita sudah menyiapkan lokasi pengungsian apabila kondisi Gunung Sinabung semakin memburuk," jelasnya.
Sementara itu, selain Kapolda, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga meminta kepada Tim Satgas yang bertugas di titik rawan, agar bekerja lebih profesional lagi, supaya tidak terjadi korban jiwa.
"Saya berharap agar bisa dibuatkan posko lebih baik lagi, agar Tim Satgas dapat bekerja lebih maksimal. Untuk rekayasa cuaca, saya sudah meminta kepada Pangdam I/BB untuk merencanakannya, agar semua tanaman bisa tertolong," harap Gubernur Sumut.
Gubernur Sumut juga meminta, untuk semua Tim yang bertugas di kawasan area bencana erupsi Gunung Sinabung ini, sudah bisa mulai bekerja secara intensif. Ia juga menekankan, masyarakat di daerah tersebut wajib memakai masker, dan tidak boleh melepasnya.
Sedangkan, berdasarkan catatan pos pengamatan menerangkan, Gunung Sinabung terakhir erupsi dengan tinggi kolom 4.200 meter, pada Jumat 14 Agustus 2020, sekira Pukul 16.56 WIB lalu.
Bahkan, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Selain itu, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 9 menit 40 detik.
Terlihat juga di lokasi, personil dari TNI, Sat Brimob Polda Sumut dan Ditsabhara Polda Sumut melaksanakan gotong royong pembersihan abu vulkanik Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Tanah Karo, yang diketahui juga menjadi salah satu kawasan yang sangat terdampak akibat letusan Gunung Sinabung.*
Laporan : Hendra



