• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Hindari Penyebaran Covid-19 Reaktif Rapid Test, Puskesmas Alue Bilie Tutup Sementara

    01/08/20, 19:54 WIB Last Updated 2020-08-01T12:54:25Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    SituasiPuskesmas Aluei Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya

    TRIBUANA NB EWS.COM | Nagan Raya - Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya ditutup sementara, diperkirakan hingga 4 hari untuk antisipasi penyebaran pandemi Covid-19 dari pasien reaktif rapid test telah dirujuk ke Rumah Sakit SIM Nagan Raya.

    Informasi berhasil dihimpun media ini, penutupan tersebut dampak perawatan pasien reaktif rapid test Covid-19. Penutupan perdana dimulai hari Kamis tanggal 30 Juli 2020, hingga hari ini masih berlanjut, sementara petugas melakukan penyemprotan Disinfektan dilingkungan sarana kesehatan tersenut, Sabtu, (1/8).

    Keterangan dr Dedi Apriandi selaku Juru bicara (Jubir) Gugus Covid-19 Kabupaten Nagan Raya mengatakan dasar dan langkah penutupan Puskesmas sudah dituangkan dalam surat pemberitahuan.

    "Mengenai pencegahan dan pemutusan dengan menggunakan penyemprotan, sudah dilakukan  penyemprotan disinfektan oleh petugas", jelas dr. Dedi.

    Pemasangan papan tulisan ditutup sementara dipajang di depan pintu Puskesmas. Disamping itu sebuah pemberitahuan juga ditempelkan dengan sejumlah poin pemberitahuan  ditanda tangan  Plt. Kepala Puskesmas (Kapus) Alue Bilie, Hardiansyah, S.Kep .Ners.

    Dampak penutupan sementara Puskesmas Alue Bilie, banyak warga di wilayah itu mempertanyakan hal tersebut, fungsi Puskesmas tersebut bukan hanya pelayanan medis saja, juga untuk rawat inap.
    Penutupan manajemen pelayanan kesehatan dilakukan selama 4 hari dan direncanakan akan dibuka kembali pada Selasa 3 Agustus mendatang

    Sementara itu, Plt Kapus Alue Bilie, Hardiansyah membenarkan bahwa tentang manajemen pelayanan di Puskesmas ditutup sementara waktu.

    "Ada berbagai pertimbangan harus disikapi sehingga harus ditutup sementara selama 4 hari," kata Hermansyah.

    Pertimbangan lain hasil rekomendasi dokter spesialis paru, sehingga butuh isolasi mandiri petugas medis sambil menunggu hasil swab pasien di RSUD SIM keluar. Sejumlah petugas medis pernah kontak dengan pasien tersebut yang saat ini pasien tersebut sudah dirujuk ke RSUD SIM.

    "Sebelum penutupan dilaksanakan, kami telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya", tutup Hermansyah.*

    Laporan   : Sofyan
    Editor.      : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan