masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Tapanuli Selatan - Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19, berbagai cara digunakan untuk tetap melakukan proses belajar bagi siswa-siswi, salah satunya adalah sistem belajar secara Luring.
Kepala Sekolah SD N 100130 Pargumbangan Desa Hutaginjang Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan, Yusnaleli, S. Pd menerapkan proses belajar ini di saat Pandemik Covid 19.
Sistem luring ini sama halnya dengan tatap muka belajar, namun untuk tetap menjaga protokol kesehatan siswa, pihak Sekolah membagi beberapa kelompok, minimal siswa dalam satu kelompok sebanyak 5 orang dan maksimal 8 orang.
“Sistem belajar ini disebut luring, dimana kami sebagai guru mengajar secara langsung dan berkelompok, minimal lima orang dan maksimal delapan orang siswa perkelompok” Kata Kasek 100310 Rita Yusnaleli, S.Pd kepasa awak media, Sabtu, (22/8).
Selain itu, pihak sekolah juga menerapkan jaga jarak untuk siswa dan tetap menggunakan masker saat proses belajar berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan.
Pihak sekolah juga menerapkan sistem luring ini mengingat semua siswa tidak memiliki android sebagai sarana belajar daring, meski memiliki adroid kata guru kelas, kendala kembali pada pembelian paket data, dimana orang tua siswa di sekolah tersebut rata-rata bekerja sebagai petani yang hanya mengandalkan hasil panen untuk kebutuhan sehari-hari," Pungkas Kasek.
Proses belajar mengajar dengan sistem luring ini untuk tahun ajaran baru, terus dilaksanakan, dimana pihak sekolah akan terus menerapkan sistem ini hingga situasi covid 19 kembali dinyatakan normal," Lanjut Kasek SD.N 100130 Pargumbangan.
Diharapkan Yusnaleli, semoga cepat berlalu covid-19 ini, sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana seperti biasanya.*
Laporan : Ibnu Saad



