• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bangunan Balai Desa Sumber Makmur Diduga Terjadi Penyimpangan Anggaran

    14/08/20, 16:14 WIB Last Updated 2020-08-19T10:19:38Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Gedung Balai Desa Anggaran tahun 2019 Desa Sumber Makmur Kecamatan Darul Makmur  Kabupaten Nagan Raya hingga saat ini belum selesai dikerjakan. 

    "Masalah anggaran saya tidak tahu, apakah sudah habis atau barang kali sudah diserahkan semua kepada Ketua TPK, tetapi pekerjaan masih dikerjakan dan Balai Desa tersebut belum selesai 100 persen", kata Sekdes.


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Bangunan gedung Balai Desa sumber Dana Desa (DD) Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) tahun 2019 Desa Sumber Makmur diduga terjadi penyimpangan anggaran serta pelaksanaan pembangunannya.

    Temuan langsung pihak media dilokasi kegiatan pembangunan terlihat beberapa dugaan penyimpangan salah satunya masa kerja anggaran sudah berakhir (tutup) anggaran pada tanggal 31 Desember 2019, sementara aktivitas pembangunan masih dilaksanakan.

    Salah seorang warga masyarakat Desa Sumber Makmur yang enggan disebut namanya mengatakan, bangunan tersebut sudah lama dikerjakan tetapi entah kenapa tidak selesai dikerjakan sampai sekarang sudah bulan Agustus 2020.

    "Proses pembangunannya diduga tidak transparan oleh Keuchik selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Desa. Sangat berharap dilakukan pemeriksaan secara benar untuk selamatkan anggaran Desa", kata warga tersebut kepada media ini.

    Bangunan  Balai Desa belum selesai, tapi batu prasasti sudah dipasang

    Sekretaris Desa Sumber Makmur Syarifuddin saat dikonfirmasi awak media mengatakan dirinya dan Bendahara Desa sudah capek menyampaikan dan mengingatkan kepada Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) agar cepat selesaikan bangunan tersebut.

    "Masalah anggaran saya tidak tahu, apakah sudah habis atau barang kali sudah diserahkan semua kepada Ketua TPK, tetapi pekerjaan masih dikerjakan dan Balai Desa tersebut belum selesai 100 persen", kata Sekdes.

    Dugaan penyimpangan lainnya dari bangunan tersebut mengenai volume bangunan tidak disebutkan dalam prasasti bangunan. Papan informasi kegiatan yidak ada terpasang, pekerjaan belum selesai dikerjakan 100 persen.

    Secara terpisah, Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasrudfin dimintai keterangannya mengatakan, Bangunan gedung Balai Desa tersebut berdasarkan analisa temuan lapangan diduga sudah menyimpang dari aturan Regulasi berdasarkan anggaran.

    "Ada dugaan anggaran kegiatan bangunan Balai Desa tersebut sudah dilaporkan selesai dan anggarannya tidak di silpakan sesuai peraturan penganggaran. Selanjutnya dugaan mark up anggaran dari bentuk bangunan serta besaran anggaran yang dianggarkan. Papan informasi juga tidak ada terpasang", kata Nasruddin kepada awak media, Jum'at (14/8) di Banda Aceh.

    Nasruddin memiliki prediksi bahwa ada kegiatan lainnya di Desa ini diduga terjadi penyimpangan berdasarkan informasi serta dugaan masyarakat Desa setempat. Harus dilakukan pemeriksaan secara benar oleh pihak inspektorat dan instansi hukum.

    "Analisa saya volume bangunan dengan anggaran dialokasikan Rp. 200.000.000,00,- diduga tidak relevan, ada indikasi dugaan mark up anggaran didalamnya serta disinyalir kesalahan disengaja saat pembuatan gambar dan Rencana Anggaran Biaya (RAB)", jelasnya.

    Informasi berhasil dihimpun dari masyarakat banyak kegiatan diduga terjadi penyimpangan anggaran oleh Keuchik Desa Sumber Makmur tersebut selama DD bergulir dikelola Keuchik.

    Gedung Balai Desa anggaran Tahun 2019 Desa Sumber Makmur Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya tampak dari depan.

    "Saya minta kepada pihak Inspektorat Nagan Raya untuk memeriksa kegiatan APBG Desa Sumber Makmur secara Audit Investigasi sesuai amanat Regulasi, tanpa ada unsur dugaan menutup-nutupi kesalahan Keuchik. Mohon selamatkan uang Negara demi masyarakat banyak", harap Nasruddin.

    Keuchik Sumber Makmur Warsiman dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler untuk mendapatkan konfirmasi serta keterangannya tidak menjawab telepon. Dikirim pesan SMS juga tidak ada balasan dari Keuchik Warsiman.

    Awak media mendatangi kantor Desa 2 kali untuk bertemu Keuchik tetapi Keuchik tidak ada dikantor, bahkan  kantor Desa tutup. Informasinya sejak menikah lagi ke Desa Pulo Teungeh, Keuchik Warsiman sudah jarang di Desa.*

    Laporan : Sofyan
    Editor   : Syahrudin AP
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan