masukkan iklan disini

TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Menghibur diri dan mengisi waktu senggang tak harus mewah, juga tak harus refresing ke luar kota, dengan memanfaatkan lahan kosong sebagai media olah raga dan pastinya nilai kepuasan tersendiri ketika apa yang diupayakan terwujud.
Salah satunya adalah, Drs. Sunarto M.Pd (55) ini, dengan profesi sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri I Dringu, bertempat tinggal di Perum Pabean Indah, Desa Pabean Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.
Berkebun dijadikan alternatif untuk menghilangkan rasa capek dan jenuh ketika berkutat di dunia pendidikan, dia memanfaatkan sebidang tanah kosong ukuran 10 x 6 menjadi 6 bidang lahan tanaman sayur. Menurutnya, bertani junior adalah media berlatih kesabaran menunggu hasi, disiplin perawatan, telaten cek satu persatu perkembangan tanaman, ketekunan dan terus menerus lihat gangguan hama yang mengganggu.
"Sekarang saya tanami cabe, saking senengnya melihat perkembangan tumbuhnya cabe, saya sirami tiap hari tanaman cabe dan tanaman lainnya", kata Sunarto ketika dikonfirmasi Tribuananews.com, Jum'at (28/08/2020) pagi.
Ternyata bertani tak bisa hanya mengandalkan ketekunan dan semangat saja, butuh ilmu perkembangan tanaman tatkala ada masalah.
"Ketika cabe saya berbuah, muncul permasalaan banyak buah cabe yang jatuh. Naaah.., pada suatu pagi ada teman yang main ke kebun kecilku, dia menyarankan untuk mengurangi siraman, setelah saya kurangi siraman, yang semula tiap hari kini saya siram lima sampai tujuh hari sekali. Eh, hasilnya luar biasa, tak ada lagi buah yang berjatuhan, malah kelihatan lebih subur dan sehat", ungkapnya dengan mimik wajah tersenyum.
Dipenghujung perbincangannya, Sunarto sedikit berbagi untuk menghilangkan jenuh dan stres akibat pekerjaan yang ada, tidak butuh beaya besar, cukup memanfaatkan lahan yang ada, nikmati, syukuri dan pada akhirnya bangga melihat hasil yang didapat.*
Laporan : Taufiq
