• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Warga Perempuan Desa Serbajadi Demo Terkait Transparansi BLT-DD

    02/07/20, 21:40 WIB Last Updated 2020-07-02T14:53:33Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    Demo warga Desa Serbajadi Semanyam Kecamatan Darul Makmur Nagan Raya di kantor Desa menuntut Transparansi Keuchik terhadap penetapan dan  penyaluran BLT-DD. Tampak Camat Darul Makmur hadir meredam massa didominasi ibu-ibu

    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya – Sekitar 100-an Ibu-ibu Rumah Tangga (IRT) Warga masyarakat Desa Serbajadi (Semanyam) Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya demo ke kantor Desa setempat menuntut penetapan, penyaluran serta Transparansi Bantuan Langsung Tunai (BLT) sumber Dana Desa (DD) kepada aparatur Desa, khususnya Keuchik Rabu 1 Juli 2020.

    Dalam Demo 100-an warga Desa Serbajadi tersebut pertama kali dipandu oleh Ketua Tuha Peut bernama Darwis Abdullah, SH, selanjutnya dipandu pihak Kecamatan dipimpin Camat Darul Makmur Tawaruddin, S. Sos didampingi Kasi Trantif bernama Nasruddin dan seorang pendamping Kecamatan. Keuchik hadir setelah Camat datang.

    Ketua Tuha Peut Desa Serbajadi selaku ketua panitia penjaringan, penetapan BLT-DD menggantikan Keuchik menanggapi orasi warga. Informasi warga Keuchik diduga kabur ke kantor Camat meminta pertolongan kepada Canat hadapi warga demo

    “Kami warga menuntut transparansi serta keadilan terhadap hak masyarakat terkait Dana BLT-DD agar disalurkan tepat sasaran sesuai dengan keputusan rapat bersama Tuha Peut dan aparatur Desa sebanyak 154 Kepala Keluarga (KK). Sementara disalurkan hanya 120 KK”, ujar Sunardi Ketua BUMG Desa Serbajadi kepada media Tribuananews.com Kamis (2/7).

    Seratusan ibu-ibu menuntut Transparansi Keuchik terhadap penetapan penyaluran BLT-DD, tetapi saat ibu-ibu menuntut hal tersebut, Keuchik Desa Serbajadi Samianto tidak hadir menampung Aspirasi masyarakatnya.

    “Jika KK sesuai putusan musyawarah pertama Tuha Peut, Tokoh masyarakat serta aparatur Desa sebanyak 154 KK tidak dipangkas lagi, maka masyarakat tidak akan melakukan Demo”, tambah Sunardi.

    Pembagian tahap pertama dan kedua disalurkan 120 KK, sementara masyarakat menuntut untuk tahap ketiga diminta masyarakat seratusan Ibu-ibu untuk dibagikan secara transparan dan tepat sasaran.

    Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) enggan namanya disebut mengatakan kepada awak media, “Kalau kriteria penerima KK miskin, salurkan kepada mereka dengan identifikasi sebenar-benarnya. Kami dapat informasi dapat bantuannya dable-dable, maka kami protes”, ujarnya.

    Sementara Keuchik Serbajadi Samianto via telepon seluler mengatakan, “Demo tersebut masyarakat minta dibagi rata BLT nya, sementara dalam peraturan tidak dibenarkan demikian. Ada keluarga mampu tetapi mengalami sakit menahun”, katanya.

    Ia menambahkan tidak dibenarkan dibagi  BLT-DD tersebut kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Karyawan Perusahaan, dan penerima bantuan lainnya tidak diberikan lagi.

    Anggota Tuha Peut Tukino mengatakan, “Sebenarnya pihak Keuchik tidak transparan dalam penetapan dan penyaluran BLT-DD tersebut, itu amanat Undang-undang, Tuha Peut itu sebagai pengawas fungsinya, bukan sebagai panitia pengelola”, terangnya.

    Pantauan masyarakat pada saat demo berlangsung sengit Keuchik Samianto diduga lari ke kantor Camat minta perlindungan, akhirnya Camat didampingi Kasi Trantib turun ke lokasi Demo, dan Keuchik baru datang ke kantor Desa tempat warga demo

    Camat Darul Makmur Tawaruddin, S. Sos perintahkan  “Segera diselesaikan persoalan tersebut hingga tuntas dengan melibatkan semua unsur masyarakat”, tegasnya.

    Kesimpulannya akan dilakukan musyawarah Desa Khusus (musdessus) lagi agar lebih adil dan tranparan melibatkan perwakilan sebanya 6 orang yang dipercaya oleh yang mewakili masyarakat.*

    Laporan  : Sofyan
    Editor      : Syahrudin AP
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan