• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Terkesan Frontal Tanggapi Kritikan, Keuchik Karang Anyar Diminta Mundur Sebagai Pejabat Publik

    24/07/20, 15:04 WIB Last Updated 2020-07-24T12:49:58Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Juanhar (Pengurus DPP - RKIH  Provinsi Aceh bid. LH) dan Kris Budi Harjo Ketua DPN - RKIH  Pusat


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Terkesan frontal tanggapi kritikan Tuha Peut dan warga masyarakat setempat terhadap transparansi anggaran Dana Desa (DD), sebaiknya Keuchik Desa Karang Anyar Rahmadi mundur saja sebagai pejabat publik, karena terkesan tidak siap sebagai pemimpin publik.

    Hal tersebut disampaikan pengurus Dewan Perwakilan Provinsi - Relawan Kemanusiaan Indonesia Hebat (DPP - RKIH) Provinsi Aceh Juanhar melalui Press Release kepada media ini, Jum'at (24/7).

    "Sangat tidak etis ketika saya diskusi dengan rekan-rekan di Alue Bilie tentang perilaku Keuchik Desa Karang Anyar Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Rahmadi menanggapi kritik salah seorang anggota Tuha Peut dan masyarakat Desanya", kata  Juanhar akrab disapa Juan.

    Juanhar merasa kaget saat mendengar dari rekan-rekan di Alue Bilie Keuchik Rahmadi terkesan memaksakan kehendaknya seolah-olah dirinya sangat bersih dalam pengelolaan anggaran Desa.

    "Jangan sok bersih sebagai Keuchik, anda dipilih oleh masyarakat dan diatur UU Nomor 6 tentang Desa, dalam mengelola anggaran diatur Peraturan Menteri Keuangan, Peraturan Menteri Dalam Negeri, dan Peraturan Menteri Desa sebagai pemerintah Desa. Jika tidak sanggup jalankan hal tersebut, sebaiknya mundur saja", tegas Juan.

    Menurutnya, ada kesan praktik cuci tangan diperankan Keuchik Rahmadi meminta warga membantah kritikan salah seorang Tuha Peut dan 3 warganya, seolah-olah peng-kritik yang salah. 

    "Hal tersebut diduga pembodohan dan pembohongan publik oleh Keuchik terhadap masyarakat. Ditambah lagi mengkambing hitamkan orang lain untuk menutup - nutupi dugaan ketidak transparansinya kepada masyarakat", jelasnya.

    Sepantasnya tambah .., Keuchik Rahmadi meminta maaf kepada Tuha Peut dan masyarakatnya, karena sekian lama tidak pernah musyawarah memaparkan pertanggung jawaban anggaran kepada Tuha Peut dan masyarakat sesuai amanat Regulasi.

    "Saya minta inspektorat Nagan Raya melakukan Audit Investigasi ke Desa Karang Anyar terkait pengelolaan Dana Desa. Tetapi Audit Investigasi harus benar-benar miliki i'tikad selamatkan anggaran Negara, jangan Audit formalitas saja", pintanya.

    Keuchik Desa Karang Anyar saat dikonfirmasi via  Telepon selulernya menjawab tidak benar kritikan Tuha Peut dan 2 warganya tersebut, infonya tidak jelas itu dan mereka sudah minta maaf serta mau undang pihak media untuk klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.*

    Laporan   : Sofyan
    Editor       : Syahrudin AP
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan