masukkan iklan disini
Foto : Demo BLT DD di Desa Serbajadi
Orasi salah seorang ibu rumah tangga warga Serbajadi (Semanyam) Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya dalam aksi Demo menuntut keadilan dan teansparansi Keuchiknya bernama Samianto. Sementara menurut informasi berkembang Keuchik diduga kabur ke kantor Camat.
TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Terkait aksi Demo ke kantor Desa oleh warga masyarakat perempuan Desa Serbajadi (Semanyam) Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2020 tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) sumber Dana Desa (DD) diduga tidak transparan.
Pantauan media Tribuananews.com Jum'at (3/7) dari beberapa perempuan ibu rumah tangga ikut demo berhasil dimintai keterangannya secara langsung di Desa setempat.
Fitri selaku warga Desa yang ikut dalam perwakilan musyawarah khusus Desa (Musdessus) atas rekomendasi Camat mengatakan, "Kami lakukan Demo bukan menuntut BLT tersebut dibagikan sama rata, berikan kepada mereka Kepala Keluarga (KK) benar-benar berhak dan layak", ujarnya.
Warga menduga pihak aparatur Desa khususnya Keuchik mereka tidak transparan dalam pengelolaan, penetapan serta penyaluran BLT tersebut. Ada indikasi kecurigaan masyarakat penetapan BLT diduga tidak tepat sasaran sesuai aturan berlaku.
Yessi salah satu warga diduga terdholimi serta terindikasi layak terima menyampaikan, "Kami menduga ada warga tidak pantas dapat BLT, tetapi ditetapkan sebagai penerima, dari kriteria sebenarnya berdasarkan amatan kami lebih pantas orang lain. Seperti penderita penyakit Gondok, itu bukan penyakit Kronis, kalau Stroke hingga lumpuh itu layak diberikan", sebutnya.
Jika dikaji secara spesifik, sangat banyak indikasi penerima telah ditetapkan harus diseleksi kembali berdasarkan kriteria dalam peraturan Menteri Desa. Sesuai keterangan Camat dalam pemilihan kriteria penerima tidak ada namanya kebijakan, tetapi ikut aturan dikeluarkan Mendes PDTT.
Menurut Arliyah, "Kami memiliki kecurigaan penerima BLT telah disalurkan ada dugaan indikasi peberima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu para KK terdaftar namanya penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sekitar 50-an KK tidak dimasukkan, sementara BPNT juga mereka tidak terima, ada apa sebenarnya dalam hal ini, siapa bermain dalam hal ini? Kami butuh kejelasan", ungkapnya.
Keuchik Serbajadi Samianto terkait Demo warga perempuan tersebut membenarkan adanya Demo para warga perempuan menuntut BLT agar dibagi sama rata.
"Para pendemo minta bantuan BLT selanjutnya supaya dibagi sama rata saja, itu tidak dibenarkan dalam aturan, BLT tersebut tidak dibenarkan dibagi kepada penerima PKH, BST, BPNT, dan orang mampu. Ada warga mampu diberikan tetapi mengalami penyakit kronis", jelas Keuchik Samianto.*
Laporan : Sofyan
Editor : Syahrudin AP


