masukkan iklan disini
Camat Dringu, Siti Mualimah
"Saya adalah ASN yang harus siap sedia mengabdi, kapan dan dimanapun kami ditempatkan, termasuk menjadi camat ini," kata Siti Mualimah.
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Sebulan yang lalu, Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari melantik Siti Mualimah sebagai camat Dringu. Ia merupakan satu - satunya camat perempuan yang menjadi penanggung jawab wilayah dari 14 desa se -Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.
Memasuki kantor Kecamatan Dringu yang terletak di Jalan Nasional Dringu Kecamatan Dringu nampak seperti biasa. Aktivitas staf melayani masyarakat berjalan. Siang tadi, Kamis (16/07), Tribuananews berkesempatan bertemu orang nomor satu di Kecamatan Dringu yang sebelumnya pernah menjadi pusat pemerintahan sebelum pindah ke Kota Kraksaan.
Tampak seorang perempuan berkacamata tengah berada di ruangan pelayanan. Ya, dia adalah sosok camat Dringu, Siti Mualimah yang belum genap bertugas, "Mari ke ruangan, ini mengecek proses pelayanan administrasi kependudukan di ruang layanan," katanya mengawali pembicaraan sembari tersenyum.
Keramahan dan kedekatan dengan staf menjadi alasan kami untuk menggali lebih dekat sosok ibu dua anak ini. Sambil menyuguhkan kopi, Siti Mualimah kemudian menceritakan kariernya hingga menjadi camat Dringu.
"Saya adalah ASN yang harus siap sedia, kapanpun dan dimanapun kami ditempatkan, termasuk menjadi camat ini," kata Bu Ima (sapaan akrabnya, Red).
Sebelum menjadi camat, Ima- panggilan akrabnya duduk sebagai Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Sebelum itu, berbagai jabatan strategis pun pernah ia duduki. Diantaranya Kepala Bagian Hukum Setda Probolinggo hingga Kabid Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Probolinggo.
"Saya satu tahun lagi memasuki purna tugas, sangat berharap Khusnul Khotimah sebagai abdi negara," urainya.
Disinggung mengenai tugas yang paling berat ke depan. Ima menyebutkan sebuah tanggung jawab besar menjadi seorang camat, sehingga tugas seberat apapun harus dilakukan.
"Berat karena ini baru pertama kali, tapi dengan koordinasi staf dan formpimka, maka menjadi lebih mudah," ungkapnya.
Upaya yang akan dilakukan ke depannya diantaranya mengenal dusun dan desa di Kecamatan Dringu dengan cara bersilaturahim dengan warga dan tokoh masyarakat. Baginya, cara itu perlu dan harus dilakukan untuk memudahkan kinerja.
"Saya sudah berkumpul dan bersilaturahim dengan semua kades, insya Allah di Minggu depan akan sowan ke tokoh agama di Desa Kalirejo Ustad Haji Taufiq," terangnya.
Sebagai satu satunya camat perempuan di Kabupaten Probolinggo, Ima ingin menunjukkan sekaligus memberikan pemahaman tentang gender kepada para perempuan di Kecamatan Dringu, ia ingin mengubah cara pandang bahwa perempuan itu bisa bersaing dan bekarier. Bahkan bisa menjadi bagian terpenting dalam sebuah tatanan kehidupan.
"Dengan begitu, maka keinginan belajar dan mengembangkan diri dari seorang perempuan bisa terus bertambah," tegasnya.
Ia juga tidak menutup diri, rumah dinas dan kantor kecamatan akan selalu di buka setiap saat untuk masukan dan saran. Hal itu agar pembangunan di Kecamatan Dringu semakin berkembang.
"Kecamatan Dringu adalah kecamatan yang potensial dan dinamis. Untuk menciptakan suasana lebih kondusif dan terus membaik maka perlu peran serta masyarakat, terutama saran dan masukan," ungkapnya.
Satu tahun perjalanan ke depan, bagi Ima cukup untuk memberikan pembenahan dan perbaikan dan mempertahankan yang sudah ada dan baik.
"Mohon doanya, semoga kami bersama para kepala desa dan Pj kepala desa bisa terus bekerja melayani dan mengabdikan diri kepada masyarakat," pungkasnya.*
Laporan : Taufiq

