masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Museum Kota Probolinggo yang terletak di Jalan Suroyo beda dengan biasanya, museum tersebut tempat nongkrong para pencari warta baik media online maupun media cetak, kali ini rame dengan menciptakan tradisi ala santri pondok pesantren era dulu, ketika musim qurban anak - anak santri pada buat sate 'lanjeng' (panjang, red).
Jum'at, (31/7/2020) pasca sholat Idul Adha 1441 H, para journalis Kota dan Kabupaten Probolinggo berkumpul untuk penyembelihan hewan qurban berupa 1 ekor kambing hasil sumbangan dari Kapolresta Probolinggo AKBP Ambariyadi Wijaya.
Mahfud Hidayatullah, salah satu wartawan media online mengatakan, tradisi sate lanjeng yang panjangnya 1 meter itu mempunyai makna filosofi yang sangat dalam.
"Sate lanjeng ini simbol santri kuno mas, agar supaya anak - anak santri mampu bernalar nasionalis/panjang pola pikirnya dan tidak cupik ketika mengambil suatu keputusan", kata Mahfud yang juga jebolan pesantren ternama di Kabupaten Probolinggo.
Ditempat yang sama mantan wartawan media cetak, Sibro Malisi yang saat ini menjadi Anggota DPRD Kota Probolinggo juga ikut hadir meramaikan acara para awak media mengatakan, ucapan terima kasihnya kepada Kapolresta Probolinggo AKBP Ambariyadi Wijaya yang telah peduli dan ikut berbagi kepada wartawan.
"Salut dan terima kasih kami atas nama teman - teman, buat Kapolresta Probolinggo yang sudah peduli kepada awak media, semoga shodaqohnya mendapatkan ganti yang lebih baik dan barokah", pungkasnya.
Laporan : Taufiq

