masukkan iklan disini
Foto : PT. MAL halau serbuan lalat dengan fogging.
"Fogging tersebut dilakukan untuk menghidari dan menghalau bakteri penyakit yang dapat ditimbulkan dari serangan lalat," kata Sadri.
TRIBUANANEWS.COM | Mandailing Natal - Kegiatan Fogging pada hari ke 2, yang di laksanakan oleh PT. Madina Agro Lestari (PT.MAL) dalam membasmi wabah lalat, di desa Sikapas wilayah Muara Batang Gadis, khususnya di mulai dari perumahan karyawan dan kebun di desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatara Utara, pada Sabtu (25/7/2020) pagi.
Fogging dilakukan guna membasmi lalat yang mewabah di sekitar kawasan kebun dan perkampungan desa Sikapas, juga di desa Batu Mundonm.
Humas Perusahan Sadri Harahap bersama jajaran staf berlanjut melakukan fogging pada hari ke dua diwilayah tersebut hal ini dilakukan peninjauan terlebih dahulu sebelumnya.
Humas Sadri Harahap menuturkan, "Dalam persiapan fogging ini pihak perusahan tetap melakukan koordinasi dan mematui arahan dari Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kabupaten Mandailing Natal".
"Dan tak lupa juga sebelum penyemprotan ini kita bersama Kepala Asistent (ASKEP-ISPO), Sapril Hasibuan, bersama personil fogging, dan kita juga meminta pengawalan secara langsung dari Personil Brimob Bripka Ranto Sujasua SiHotang, Brigadir Vincensius Manihuruk, dari Compi 2/C, Korlap Sicurity Ramdani H, Dandru SiCurity Kasman Nasution, pada tanggal 23 Juli 2020 yang lalu," jelasnya.
Selanjutnya, lanjut dia, pada Jum'at tanggal 24 Juli 2020 kemarin, dan pada Sabtu 25 Juli 2020, fogging kita sudah laksanakan semua di wilayah PMKS. Dan selanjutnya Senin 25 Juli 2020 dan Selasa, 28 Juli 2020 mendatang kegiatan fogging di wilayah perkampungan Desa Sikapas, sedangkan pada Rabu 29 Juli 2020 di daerah PT. DAL dan wilayah perkampungan Desa Batu Mundom.
Selain itu, kata Sadri Harahap, pihaknya juga meminta kepada karyawan perkebunan dan juga masyarakat sebelum fogging dilaksanakan untuk memindahkan barang terlebih dahulu ketempat lain, atau menutupi makanan yang terletak diatas meja supaya menutupinya untuk sementara, tujuannya untuk menghindari agar tidak terkontaminasi zat kimia yang terkandung dalam gas fogging.
"Fogging tersebut dilakukan untuk menghidari dan menghalau bakteri penyakit yang dapat ditimbulkan dari serangan lalat," kata Sadri.
Dengan upaya fogging ini, dia berharap dapat memutus mata rantai penyebaran wabah penyakit yang disebabkan oleh hinggapan lalat.
"Begitu pula kepada masyarakat agar menjaga kebersihan di lingkungan perumahan masing-masing nanti dengan tidak membiarkan sampah menumpuk lebih dari 24 jam. Selalu jaga kebersihan lingkungan, salah satunya dengan tidak membiarkan sampah menumpuk lebih dari 24 jam," imbau Sadri Humas.*
Laporan : Sudirmin Nasution


