masukkan iklan disini
Kepala MTs Negeri I Banggai, Jamil Hasyim, S.Pd.I, MM
TRIBUANANEWS.COM | Banggai - Sesuai peraturan Menteri Pendidikan terkait sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Maka MTs Negeri I Banggai melakukan "jemput bola" dengan pembelajaran daring sampai dengan Desember 2020.
Seperti yang disampaikan Kepala MTs Negeri I Banggai, Jamil Hasyim, S.Pd.I, MM, sesuai SK Menteri Pendidikan, pihaknya melakukan pembelajaran sistem daring-luring tetap dan berusaha melakukan pembelajaran sistem ini seperti pembelajaran pada umumnya sebelum terjadi Covid-19.
"Tinggal bagaimana kita membangun strategi pembelajaran sistem daring-luring agar anak-anak tidak berubah prilaku-wataknya dan kedisiplinannya baik di rumah maupun di Sekolah," kata Jamil Hasyim, Senin (27/7/2020).
Karena, lanjut dia, jauh beda pembelajaran sistem daring dan tatap muka, sedangkan tatap muka saja belum tentu dapat maksimal pembelajaran sesuai yang kita harapkan apa lagi yang sama sekali kita tidak tatap muka.
"Karena di situ ada fisiologi yang membedakan, pertama siswa-siswi itu tidak takut pada orangtuanya tetapi takut kepada gurunya. Makanya orangtua siswa memberikan anaknya untuk di ajar sama orang lain," terangnya.
Ada juga, lanjut Jamil, siswa-siswi yang tidak takut pada gurunya tetapi takut pada orangtuanya, ada lagi siswa-siswi yang lebih parah tidak takut pada orangtua juga gurunya.
"Sehingga kami melakukan strategi pembelajaran yang kami lakukan kepada siswa-siswi MTs Negeri I Banggai. Agar dapat memberikan motivasi bagi anak-anak sekolah yang sudah cukup lama berdiam di rumah masing-masing," ujarnya.
Sebelum kami, terang Jamil, melakukan pembelajaran sistem daring, kami melakukan rapat dengan para guru dan mengundang orangtua dan siswa-siswi yang tujuannya agar mengenal kelasnya dan wali kelasnya.
Dan kami mendata keadan siswa-siswi dan sebagian besar siswa-siswi tidak memiliki Hp. Andaikan siswa-siswi memiliki Hp, dia tidak memiliki pulsa data dan bagi siswa-siswi yang tempat tinggalnya tidak ada jaringan itu juga masalah untuk di gunakan pembelajaran sistem daring. Dan itulah tantangan bagi guru-guru MTs Negeri I Banggai. Disinilah kita selaku guru memperlihatkan kinerja bagi siswa-siswi dan orang tuanya.
"Sebelumnya kita melakukan pembelajara sangat santai di sekolah. Bahkan para guru MTs di lepas ke masing-masing wali kelas dan gurunya memberikan jadwal pembelajaran ke siswa-siswi dan silaturahmi kepada orang tua siswa-siswi, dan melihat lansung situasi dan kondisi di rumah masing-masing siswanya," kata Jamil.
Menurut Jamil Hasyim, sudah ada guru-guru yang naik turun gunung untuk melihat siswa-siswinya.
"Karena apapun bentuk aplikasi yang digunakan kalau yang mau di ajar di rumah tidak ada repot juga. Seperti jadwal pembelajaran di salah satu rumah siswa dan siswanya masih tidur atau tidak ada di tempatkan susah juga. Maka bagi siswa-siswi yang tidak memiliki Hp android kami melakukan pembelajaran secara luar jaringan (luring) kita melakukan kunjungan ke rumah-rumah untuk memberikan berbagai macam tugas-tugas yang diberikan oleh guru bidang studi masing-masing," jelas dia.
Menurut Jamil, yang jadi persoalan bagi siswa-siswi yang tidak memiliki Hp android, 5 sampai 10 siswa di datangkan saja ke sekolah agar dapat menggunakan fasilitas Lab.
"Bagi yang tidak memiliki Hp android ada laptop sekolah yang bisa di gunakan agar tidak menyiksa guru-guru perempuan yang menempuh rumah siswa-siswi yang begitu jauh dan naik gunung, tetapi tetap mengutamakan protokoler kesehatan," pungkasnya.*
Laporan : Yudi

