masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM|Ujung Batu-
Dampak dari pandemi Virus Corona merabah ke segala aspek terutama pada sektor perekonomian, hal itu juga dirasakan Oleh Erwin Sitorus (57) warga Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.
Kronologi tersebut berawal ketika Erwin Sitorus ingin menghadiri Resepsi Pernikahan Putrinya disalah satu kota di Jakarta, dan Syarat untuk bisa sampai kesana Erwin harus mengantongi Surat Bebas Covid dari RS, lalu Erwin mengurus surat tersebut di RS. Awal Bross Ujung Batu pada tanggl (02/07/2020) dan setelah dilakukan Rapid Tes pihak RS. Awal Bross menyatakan hasil Rapid Tes Beliau Reaktif sehingga pihak RS. Awal Bross merujuk Erwin Ke Puskesmas Ujung Batu.
Pihak Puskesmas kembali merujuk Erwin ke RSUD Pasir Pangaraian pada tanggal (03/07/2020) untuk melakukan Swab. Setelah dilakukan Swab di RSUD Pasir Pangaraian pada tanggal (04/07/2020), Erwin diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD menunggu hasil Swab keluar selama 3 hari kedepan.
Namun Karena Erwin Sitorus harus Menghadiri Resepsi Pernikahan putrinya yang berada di Jakarta, Erwin memutuskan untuk berangkat ke Pekan Baru dan melakukan Repid Tes Kembali di Kimia Farma pada tanggal (05/07/2020) dan hasilnya Negatif.
Berdasarkan Hasil Rapid Tes di Kimia Farma tersebut Erwin Sitorus bisa berangkat ke Jakarta, dan pada pada tanggal (06/07/2020) Pemerintah melalui Juru Bicara Tim Gugus tugas Kabupaten Rokan Hulu melakukan Konferensi Pers dan menyatakan bahwa Erwin sitorus Pasien No. 235 Riau Terkonfirmasi Positif Covid-19.
“Saya merasa ketakutan akibat banyaknya pemberitaan di Media Massa yang menyatakan bahwa saya terkonfirmasi positif Covid-19, lalu dengan kesadaran hati saya berangkat ke Wisma Atlit pada tanggal (08/07/2020) untuk melakukan Swab dan pada tanggal (11/07/2020) hasil Swab tersebut keluar dan saya dinyatakan Negatif,"l” kata Erwin.
Erwin menjelaskan bahwa selama dia berada di Wisma Atlit bukan sebagai Pasien melainkan hanya menunggu Hasil Swab keluar.
“Perlu diketahui saya berada di Wisma Atlit selama tiga hari itu bukan sebagai Pasien yang dirawat melainkan hanya menunggu Hasil Swab nya keluar,” Lanjutnya.
Erwin Sitorus seorang pedagang harian dan sayur Keliling itu mengaku dirugikan karena harus Mengalami penurunan Omset yang sangat drastis akibat Pemerintah melalui Juru Bicara Tim Gugus Tugas Kabupaten Rokan Hulu yang terlalu cepat mengumumkan ke Media Massa bahwa Beliau Positif Terkonfirmasi Covid-19.
“Sampai saat ini masyarakat masih takut berbelanja kewarung saya, dan saya pun belum bisa berjualan Sayur keliling. Saya Merasa dirugikan Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu dengan Pengumuman Tidak Benar. Karena selain mengalami kerugian materi, saya merasa beban moral juga akibat Pemerintah yang memastikan saya covid-19 saya kerugian Rp 4.000.000 perhari, kedai saya sudah tidak ada orang dan saya tidak bisa lagi berjualan keliling, uang saya masih banyak sama orang” katanya saat ditemui Tim Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Rokan Hulu dirumahnya, (22/07/2020).
Menanggapi hal tersebut ketua Koordinator Wilayah Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kabupaten Rokan Hulu, Toba Sinaga meminta pihak Pemerintah Kabupaten Rohul agar secepatnya menyelesaikan masalah ini agar Erwin Sitorus dan keluarga bisa terlepas dari segala Fitnah.
“Ini masalah serius, sebab selain kerugian materil keluarga Erwin Sitorus juga harus menanggung Sanksi Sosial. jadi Pemerintah harus segera meluruskan dan menyelesaikannya agar tidak ada fitnah yang berkembang,” katanya mengakhiri.
Laporan : RH/Tim FPII

