• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Keluh Kesah Si Penjual Es Bandung Ditengah Pandemi Covid-19

    12/07/20, 19:21 WIB Last Updated 2020-07-12T18:37:40Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Makassar - Siang ini, Minggu 12 Juli 2020 sekira pukul 12:00, seorang pewarta media tribuananews.com tanpa sengaja bertemu dengan seorang penjual es bandung, tepatnya di depan pusat pertokoan pasar sentral Makassar.

    Dengan nada rendah, si penjual bertanya dan menawarkan dagangannya kepada seorang pewarta media tersebut, sembari bercerita tentang kehidupannya. 

    Lahamuddin, pria kelahiran Polewali Mandar, yang berdomisili di Kampung Lette jalan Rajawali 1 Lr.10 /25 Kelurahan Lette Kecamatan Mariso mengatakan kepada awak media ini perihal perjalanan hidupnya. 

    "Saya tinggal di Kampung Lette mulai awal tahun 1984, pada saat itu harga tanah masih murah, sekitar 500 ribu rupiah. Anak saya ada empat (4) orang, satu laki-laki sudah Almarhum karena kecelakaan lalu lintas. Sedangkan yang perempuan anak saya ada 3 orang, dan semua sudah berkeluarga," ujarnya. 

    Lebih lanjut dirinya bercerita,"saat tahun 2017 istri saya sudah wafat meninggalkan kami semua. Namun, karena saya seorang pekerja keras, jadi saya tidak gentar di dalam menjalani hidup tanpa istri. Apalagi kebiasaan saya menjual es bandung di depan Pasar Sentral Kota Makassar, masih bisa untuk menghidupi anak saya," lanjutnya. 

    Lahamuddin juga mengatakan, di saat pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah, usahanya sebagai penjual es sangat terdampak dengan adanya virus tersebut. Penghasilannya sangat berkurang drastis. 

    "Yang membuat saya merasa sedih, hal ini akibat maraknya penyakit virus Corona saat ini. Apalagi marak diceritakan di banyak media dan masyarakat umum. Semenjak itulah dagangan saya jadi kurang laris, bahkan kadang kadang saya merasa rugi," keluhnya. 

    Terkait masalah bantuan yang kerap dikeluarkan oleh pemerintah, dirinya juga tidak pernah mendapatkannya.maupun sampai saat ini, dirinya tidak pernah merasakan jenis bantuan apapun dari pemerintah, baik dari Pusat maupun Pemerintah Daerah. 

    "Yang paling membuat saya sedih, dari tahun 1984 saya sudah menjadi warga Kampung lette di kecamatan mariso dan sejak pada tahun 2017 saya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Kota Makassar maupun dari Pusat." ucap Lahamuddin sembari terlihat meratapi nasib. 

    Yang saya heran juga, kenapa sebagian warga yang tergolong mampu dalam hal ekonomi malah dapat bantuan, kenapa saya kok tidak dapat?. Perbedaannya dimana itu," sambung Lahamuddin sembari menunjukkan rasa kecewanya terhadap Pemerintah Kota Makassar.

    Laporan : Harun Dg.Nuntung.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan