masukkan iklan disini
Prosesi potong tumpeng menandakan peresmian pasar kuliner palad oleh Ketua RT 03 RW 012 mewakili pengurus lingkungan kepada Sahrul selaku pengelola pasar palad.
“Semenarik apapun produk yang dijual oleh pedagang jika tidak ada pembeli tentu sangat disayangkan. Oleh karena itu, pihak pengelola harus kreatif menciptakan terobosan lainnya agar pasar kuliner ini ramai pengunjung,” kata Makmur.
TRIBUANANEWS.COM | Bogor - Ditengah pandemi Covid
19, Pengurus RW 012 Perum Pesona Palad, Desa Cikahuripan, Klapanunggal
Kabupaten Bogor melakukan terobosan mendongkrak kembali perekonomian warga yang
sempat terpuruk akibat mewabahnya virus corona atau Covid-19 yang melanda
dunia, khususnya di Indonesia.
Foto : Makmur Nurhendi (baju batik merah), tokoh masyarakat Desa Cikahuripan
Ketua RW 012 Perum Pesona Palad, Suryadi kepada
Tribuananews mengungkapkan keprihatinannya atas terpuruknya perekonomian
masyarakat dampak dari pandemi Covid-19.
Atas dasar itulah kemudian dirinya bersama seluruh pengurus lingkungan
RT dan RW khususnya di RW 012 melakukan upaya mengangkat kembali perekonomian
warga dengan mendirikan pasar kuliner yang diberi nama Pasar Palad atau Paspal.
Foto : Suryadi, Ketua RW 012 (kaos biru) dan Abdul Manan (kaos putih)
“Tujuan didirikannya pasar kuliner palad ini adalah
untuk mengangkat kembali perekonomian warga yang terpuruk akibat dari pandemi Covid
19. Kami para pengurus rukun warga maupun rukun tetangga sebelumnya berembuk
bagaimana cara membantu warga agar aktifitas ekonominya kembali berjalan, maka
lahirlah gagasan untuk mendirikan pasar kuliner ini,” jelas Ketua RW 012,
Suryadi pada Tribuananews ditengah acara peresmian pasar kuliner palad, Minggu
(5/7/2020).
Foto : Pengurus RW 012 beserta jajaran dan warga pedagang pasar kuliner palad
Selain itu, Suryadi juga berharap melalui pasar ini
bisa meningkatkan silaturahmi khususnya dilingkungan RW 012 Perum Pesona Palad.
Sebanyak 19 lapak pedagang pada tahap pertama ini
telah didirikan, dan seluruh lapak telah terisi oleh masing-masing pedagang.
Berdasarkan pantauan langsung Tribuananews hampir kebanyakan dagangan yang
dijajakan berupa masakan siap saji. Namun demikian, ada juga yang berjualan
sembako, seperti dilapak Sahrul, dia menjual berbagai macam telur, minyak goreng
dan bahan pokok lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Makmur Nurhendi mantan
kepala desa Cikahuripan, Klapanunggal Kabupaten Bogor.
Makmur mengaku sangat mengapresiasi langkah pengurus
RW 012 beserta jajarannya dalam menggali potensi perekonomian masyarakat.
Menurut Makmur, berdirinya pasar kuliner menjadi
kebutuhan tersendiri bagi warga di lingkungan Perum Pesona Palad dan
sekitarnya.
Namun demikian, ia berharap kepada pengelola pasar
palad agar bisa menciptakan momen-momen yang membuat orang mau datang berbelanja
ke pasar tersebut.
“Semenarik apapun produk yang dijual oleh pedagang
jika tidak ada pembeli tentu sangat disayangkan. Oleh karena itu, pihak
pengelola harus kreatif menciptakan terobosan lainnya agar pasar kuliner ini
ramai pengunjung,” kata Makmur.
Mantan kepala desa yang juga akan maju kembali dalam
pemilihan kepala desa Cikahuripan di tahun 2020 ini berharap kepada masyarakat
untuk mencintai produk sendiri. “Kalau bukan kita siapa lagi,” imbuhnya.
Selain berdirinya lapak pasar kuliner, pengurus RW
012 Perum Pesona Palad Desa Cikahuripan juga menyediakan fasilitas pasar kaget
yang digelar pada setiap Sabtu dan Minggu, dari pagi hingga malam hari. Hal ini
dilakukan guna merangsang minat masyarakat untuk mengunjungi Pasar Palad agar
lebih ramai dan berkembang.
Menurut pengakuan Narti, seorang pedagang yang
menempati lapak pasar kuliner tersebut, dirinya hanya membayar uang iuran
harian sebesar Rp 12 ribu kepada pengelola lapak pasar palad.
Menurutnya hal itu sesuatu yang wajar dan tidak
memberatkan dirinya sebagai pedagang. Mengingat uang iuran tersebut juga
dialokasikan untuk kepentingan warga Perum Palad, khususnya lingkungan RW 012.*
Editor : Bachtiar




