masukkan iklan disini
Dari 8 nama nama bakal pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis, Neta menyoroti adanya nama Rycho Amelza yang merupakan mantan ajudan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi presiden. Dirinya berpandangan, akan menjadi fenomena baru jika Rycho terpilih di era kepemimpinan Jokowi dan mengalahkan kelompok Solo yang diisukan dekat dengan Jokowi.
TRIBUANANEWS.COM | Jakarta - Pada Januari 2021 mendatang, Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis akan pensiun. Kendati masa pensiun Kapolri masih tersisa 6 bulan kedepan, namun beberapa nama bakal pengganti pucuk pimpinan Polri ini sudah mencuat ke publik.
Seperti peta bursa calon Kapolri pengganti Jenderal
Pol. Idham Azis yang dihembuskan Indonesia Police Watch (IPW) baru-baru ini.
Indonesia Police Watch (IPW) membeberkan delapan
nama petinggi Polri yang masuk dalam bursa calon kapolri. Pengganti Idham Azis
akan dipilih melalui Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti), kemudian diajukan Kapolri
ke Presiden dan diuji oleh Komisi III DPR.
Dilansir dari alinea.id, Ketua Presidium IPW Neta S
Pane mengungkapkan, ada delapan nama yang masuk bursa calon Kapolri adalah lima
jenderal bintang tiga dan tiga jenderal bintang dua. Mereka merupakan lulusan
Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1988 A sampai 1991.
"Mereka adalah Komjen Rycho Amelza
(Kabaintelkam), Komjen Agus Andrianto (Kabaharkam), Komjen Boy Rafly (Kepala
BNPT), Komjen Listyo Sigit (Kabareskrim), dan Komjen Gatot (Wakapolri).
Sedangkan untuk bintang dua Irjen Nana Sudjana (Kapolda Metro Jaya), Irjen
Ahmad Lufti (Kapolda Jateng), dan Irjen Fadhil Imran (Kapolda Jatim)," kata
Neta dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Dari 8 nama nama bakal pengganti Kapolri Jenderal
Idham Azis, Neta menyoroti adanya nama Rycho Amelza yang merupakan mantan
ajudan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi presiden.
Dirinya berpandangan, akan menjadi fenomena baru jika
Rycho terpilih di era kepemimpinan Jokowi dan mengalahkan kelompok Solo yang
diisukan dekat dengan Jokowi.
Rycho merupakan satu angkatan dengan Idham Azis,
yakni Akpol 1988. Selain itu, Rycho merupakan pemeroleh Adhi Makayasa, sangat
terukur dan teruji.
Namun demikian, Ketua Komisi III DPR RI, Herman
Herry menegaskan siapa pun nantinya yang diusulkan pengganti Jenderal Idham
Azis, sosoknya harus berintegritas dan profesional.
"Kami di Komisi III menyerahkan sepenuhnya
proses penggodokan calon pengganti ini kepada Dewan Kebijakan Tinggi Polri
untuk memilih nama yang akan diserahkan kepada Kapolri dan presiden. Sebagai
Ketua Komisi III saya berpendapat, siapa pun yang diusulkan sebagai calon
Kapolri adalah sosok yang harus memiliki integritas moral yang baik,
menunjukkan dedikasi luar biasa, serta profesionalisme tinggi," kata
Herman kepada wartawan, baru-baru ini.
Menurut Herman, dirinya menyerahkan sepenuhnya
penunjukan Kapolri pengganti Idham Azis kepada Presiden Jokowi. Namun demikian,
dia mengingatkan peran DPR memiliki kewenangan menolak atau menyetujui Kapolri
usulan Jokowi.*
Laporan : Red/TN

