• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gawat! Anggaran 2016 Jadi Temuan Inspektorat Dibangun 2018 Asal-Asalan

    10/07/20, 00:31 WIB Last Updated 2020-07-09T17:38:42Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Kondisi program jalan baru tahun anggaran 2016 Desa Serbajadi Darul Makmur Kabipaten Nagan Raya, setelah jadi temuan Inspektorat saat audit tahun 2018 bulan Juni baru dikerjakan, itupun asal-asalan. Standar badan jalan diketahui lebar iduga warga 6 meter x panjang 900 meter tetapi dibangun lebar 3 meter x panjang 200 meter.
    (Informasi warga setempat*)

    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Gawat kinerja Oknum Keuchik Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya diduga salah gunakan wewenang jabatan  Anggaran Dana Desa (DD). Buktinya anggaran buka jalan baru tahun 2016 diduga hampir digelapkan jika tidak ada temuan Inspektorat.

    Temuan langsung media Tribuananews.com dilokasi dari hasil informasi masyarakat setempat, ada program buka jalan baru Dusun Merak tembus ke jalan SMPN 12 Darul Makmur volume diperkirakan 900 meter diduga dibangun karena dapat temuan Inspektorat tahun 2018 terkesan asal-asalan, bahkan saat ini telah jadi semak belukar.

    Jalan baru di Dusun Merak Desa Serbajadi ini tidak dapat digunakan sehingga kembali menjadi semak belukar akibat dibangun asal-asalan oleh oknum Keuchik Serbajadi Samianto

    "Anggaran tahun 2016 diduga tidak dibangun oleh oknum Keuchik Samianto program buka jalan baru Dusun Merak diperkirakan 900 meter. Dari hasil audit Tim Inspektorat tahun 2018 dapat temuan program tersebut, dibangun atas perintah Inspektorat tetapi dibangun juga asal-asalan", ujar Sutarno salah satu Tokoh Masyarakat, Kamis (9/7).

    Jalan tersebut setelah dibangun tetapi diduga tidak sesuai volume jalan standarnya, dugaan warga jalan tersebut lebar 6 meter panjang 900 meter tetapi dibangun hanya 3 meter lebar dan sekitar 200 meter panjangnya serta kondisinya sudah jadi semak belukar.

    "Kami masyarakat menolak pekrjaan merugikan Negara serta masyarakat oleh oknum Keuchik Samianto. Kami masyarakat menolak perilaku Keuchik diduga merencanakan dugaan penggelapan uang Negara", kata Sutarno selaku Tokoh Masyarakat Desa Serbajadi.

    "Dari hasil audit inspektorat diduga banyak temuan penyimpangan pengelolaan anggaran oleh Oknum Keuchik Samianto. Salah satunya jalan tersebut sangat merugikan kami warga masyarakat atas pembangunan, serta kerugian anggaran Negara diduga di salah gunakan", jelas Yatman warga Servajadi.

    Masyarakat meminta kepada pihak pemerintah terkait agar menindak tegas oknum Keuchik Desa Serbajadi diduga telah salah gunakan anggaran serta wewenang jabatannya dipercayakan masyarakat.

    "Selaku Tuha Peut Desa aktif, kami sangat mengharapkan semua dugaan penyimpangan anggaran Desa dilakukan oknum Keuchik. Kami berharap Desa kami dapat dijalankan anggaran Desa secara transparan serta tidak merubah keputusan musyawarah bersama oleh kepentingan oknum Keuchik dan krlompoknya", harap Tumino salah seorang anggota Tuha Peut aktif.

    Keuchik Desa Serbajadi Samianto mengatakan "Intinya kegiatan jalan tersebut sudah pernah diaudit Inspektorat dan tidak ada masalah lagi, nanti setelah saya tidak sibuk kegiatan kita ketemu, saya lagi persiapan menunggu kedatangan Abuya", jelasnya.*

    Laporan  : Sofyan

    Editor      : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan