• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dewa Putu Alit Arta: Desa Nyitdah Terus Berkarya Menuju Desa Mandiri

    06/07/20, 22:54 WIB Last Updated 2020-07-06T17:48:04Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Tabanan - Masyarakat di era modern ini penuh dengan persaingan bisnis yang sangat penting untuk bermodalkan skill atau kemampuan sesuai bidangnya seperti di desa Nyitdah yang mayoritas memiliki keahlian membuat genteng,hal ini tidak lepas dari peran serta figur tokoh seorang pemimpin atau kepala desa yang berperan aktif ikut membina warga masyarakat dan memberi solusi untuk hasil  produksinya, Minggu (5/7/2020).

    Sosial Geografis Desa Nyitdah memiliki luas 3,64km2 dengan jumlah penduduk 4.344 jiwa, dan Desa Nyitdah ini terbagi atas 8 Banjar yaitu Banjar Sudha, Banjar Sudha Kangenan, Banjar Babahan, Banjar Mengening, Banjar Kebon, Banjar Sengguan, Banjar Tegal, dan Banjar Tegal Antugan.

    Kebijakan pemerintah Provinsi Bali dengan mengeluarkan Pergub Bali nomor 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali, itu merupakan kebijakan yang strategis bagi pelaku industri kecil menengah atau lokal industri.

    Begitu juga dengan pengrajin genteng yang ada di Desa Nyitdah Kecamatan Kediri Tabanan, masyarakat di Desa Nyitdah mayoritas berprofesi sebagai  pengrajin pembuat genteng, selain itu juga sebagai petani dan juga pengarajin anyaman bambu.

    Dijelaskan oleh Drs. Dewa Putu Alit Arta selaku Kepala Desa Nyitdah Kecamatan Kediri Tabanan, "Warga masyarakat disini mayoritas berprofesi sebagai pengrajin genteng, memiliki keahlian membuat genteng ini diperoleh dari turun temurun sejak dulu kala, sehingga genteng nyitdah ini menjadi ikon Desa Nyitdah yang sudah terkenal di seluruh Bali," pungkasnya.

    Lebih lanjut Dewa Putu Alit Arta mengatakan, bahwa dalam produksi genteng ini, masyarakat terus berkreatif, inovatif, dan mengikuti permintaan pasar, sehingga produksi genteng ini memiliki daya saing di pasaran, target dari hasil produksi bisa memenuhi permintaan pasar.

    Selain itu warga masyarakat juga tetap berharap dari pemerintah  agar selalu diberikan pembinaan dalam menyalurkan hasil produksi genteng supaya lebih luas dan tentunya akan meningkatkan taraf  hidup ekonomi yang mandiri.

    "Di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya telah menyalurkan bantuan langsung tunai DD (BLT DD)  kepada 125 orang penerima. Sejumlah 600x3 bulan total Rp 225.000.000. Sedangkan bantuan sosial tunai (BST) dari Kemensos pusat berjumlah 405 orang penerima 600x3 bulan. Total Rp 729.000.000.," terangnya.

    Dikatakan Dewa Putu Alit Arta, dirinya didalam melaksanakan tugas dan wewenangnya sebagai kepala Desa selalu berpedoman pada peraturan pemerintah ,sesuai Perbup kabupaten Tabanan no.12 tahun 2019,tentang pengelolaan keuangan Desa.

    "Pihaknya terus memberikan pembinaan kepada masyarakat agar tetap berkarya dengan produksi genteng yang lebih unggul, dalam kwantitas dan kwalitas sehingga bisa dapat bersaing di pasaran luas, yang pastinya untuk kemajuan bersama, dan menuju masyarakat Desa Nyitdah yang mandiri, berkarya dan berdaya saing tinggi," jelasnya pada Tribuananews.com.

    Ditambahkan lagi Dewa Putu Alit Arta, bahwa pihaknya telah melakukan bantuan setiap tahunnya dalam bentuk pemberian beasiswa/sarana pendidikan kepada anak murid yang berprestasi baik dibidang akademik atau non akademik.

    Jumlah bantuan dari Dana Desa di tahun 2020, senilai Rp 5.000.000.deberikan pada SDN 1, SDN 2, Nyitdah dan TK Nyitdah.

    "Ada juga bantuan lain seperti memberi bantuan sarana bagi kelompok peserta pelatihan menjahit di Desa Nyitdah yang bekerja sama dengan BLK Provinsi Bali, semua itu di upayakan demi kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan ekonomi Desa Nyitdah yang mandiri," tutupnya.*

    Laporan : Agung DP/ Arifin Soeparni
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan